Kepala BNPB Minta Seluruh Daerah Tiru Kesiapsiagaan Garut Hadapi Bencana

Kepala BNPB Minta Seluruh Daerah Tiru Kesiapsiagaan Garut Hadapi Bencana
gugus tugas virus corona. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori
PERISTIWA | 16 Oktober 2020 11:49 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta seluruh daerah mencontoh kesiagaan Kabupaten Garut hadapi bencana alam. Adanya antisipasi dini, dan kesiapan menghadapi bencana membuat masyarakat menjadi tangguh.

"Ketangguhan masyarakat Kabupaten Garut melalui kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir dan tanah longsor dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain," katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (16/10).

Kesiagaan warga Garut dapat terlihat dari jumlah korban yang muncul dari bencana longsor yang terjadi Selasa 12 Oktober. Informasi yang diperoleh Doni dari Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan tidak ada korban jiwa dari bencana longsor tersebut.

Dia menuturkan, pencegahan terjadinya korban jiwa diawali dari kesiagaan warga setempat. Dan menurut Doni, itu terbukti dari bencana longsor Garut.

"Hal ini terbukti pada tanggal 11 dan 12 Oktober dini hari masyarakat sudah siaga, dengan saling berbagi informasi mulai dari hulu ke hilir untuk mengantisipasi turunnya air bah, sehingga sewaktu air melanda sejumlah desa, masyarakat sudah berada di tempat-tempat yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah dengan aman," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, tidak ada korban jiwa satu orang pun dalam peristiwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Garut.

"Tidak ada korban jiwa satu orang pun dalam peristiwa ini. Hal ini berkat kesiapsiagaan masyarakat yang telah terlatih dengan adanya Desa Tangguh Bencana, yang tentunya akan terus kami kembangkan di masa depan," terangnya.

Selain itu, dia menjelaskan, Kabupaten Garut memiliki potensi ancaman bencana yang beragam, mulai dari gunung berapi, tsunami, banjir, pergerakan tanah dan tanah longsor. Rudy turut mengapresiasi kehadiran BNPB dalam memberikan bimbingan langsung terkait mitigasi bencana serta bantuan kepada masyarakat.

"Kami akan terus belajar dan memberi pemahaman kepada masyarakat yang tentunya sesuai dengan bimbingan dari BNPB terkait mitigasi bencana yang terjadi," ungkapnya.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, data kerusakan yang terjadi di Kabupaten Garut bagian selatan per 15 Oktober 2020 antara lain 154 rumah rusak berat, 217 rusak sedang dan 628 rusak ringan serta berdampak pada fasilitas lainnya seperti sekolah, rumah ibadah, jembatan dan jalan yang terputus.

BNPB melalui Kedeputian Logistik dan Peralatan juga memberikan bantuan dalam mendukung penanganan banjir di Kabupaten Garut berupa Dana Siap Pakai (DSP) sebesar satu miliar rupiah, 300 selimut, 150 unit tenda gulung, delapan unit tenda keluarga, dua set tenda pengungsi, satu lampu air garam, dan family kit. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami