Kepala BNPT Soal Radikalisme di BUMN: Polisi Saja Ada

PERISTIWA | 18 November 2019 19:15 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius membenarkan terkait adanya pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terpapar radikalisme atau terduga terorisme. Bahkan, bukan hanya di BUMN saja, tapi juga ada di beberapa tempat lainnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror menangkap terduga petinggi perusahaan BUMN yang ada di Kota Cilegon, Banten. Ia ditangkap karena diduga terpapar radikalisme.

"Sekarang gini, jangankan BUMN semuanya ada kok. Polisi saja ada kok Polwan. Saya ngomong sama Polri. Tapi tebal tipis, sedikit banyaknya kan masih beda-beda. Tapi sudah di mana saja. Artinya, tugas kita lah sekarang mereduksi itu," katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (18/11).

Oleh karena itu, dia diminta untuk memberikan masukkan terhadap para pegawai BUMN tentang bahayanya radikalisme.

"Saya sudah memberikan ceramah permintaan menteri BUMN yang lama 184 CEO-nya saya berikan masalah resonansi kebangsaan dan juga bahaya-bahaya dan pencegahannya," ujarnya.

"Jadi ada treatment-treatment khusus ketika kita melihat ada anggota kita yang mungkin dalam tanda petik agak lain. Artinya yang sekarang kita kerjakan bagaimana yang sudah ada dan bagaimana untuk rekruitmen ke depannya," sambung Suhardi.

1 dari 1 halaman

Miliki Data Orang yang Berkaitan dengan Teroris dan Radikalisme

Selain itu, pihaknya mengaku memiliki data setiap orang yang mempunyai hubungan dengan terorisme, narapidana terorisme ataupun orang yang terpapar radikalisme.

"Semua kita punya petanya, semuanya jangan bilang tidak ada. Emang enggak ada jurnalis, mau saya buka siapa yang suka besuk-besuk di tempat itu. Semuanya kita tugas kita mereduksi supaya menjadi aman kemudian punya wawasan kebangsaan lah jati diri," ungkapnya.

Diketahui, Sebelumnya, salah satu terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror, diduga petinggi perusahaan BUMN yang ada di Kota Cilegon, Banten.

Meski begitu, kepolisian masih enggan membuka identitas dan perusahaan tersebut. Ke empat terduga teroris yang ditangkap di Banten yakni DA (28), QK (54), AP (45) dan MA (45).

"Dia bekerja sebagai karyawan BUMN. Karena ini tidak terkait dengan karyawan atau perusahaan apapun, ini terkait individual dan jaringan. Artinya tidak menutup kemungkinan ada orang lain di dalam sana. Kalau kita sebutkan apa yang dilakukan oleh penyidikan dan penyelidikan akan terganggu, nanti akan feed back (berbalik), ini yang akan terganggu," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy, melalui sambungan selulernya, Kamis (14/11). (mdk/fik)

Baca juga:
Bertemu Dengan Kepala BNPT, Mahfud Bahas Soal Radikalisme dan Terorisme
BNPT Sebut Atasi Teror Tak Bisa Sekadar Pembatasan Konten Negatif di Medsos
Tren Teroris Dinilai Berubah, Alasannya Bukan Lagi Karena Ekonomi
BNPT: Tren Teroris Sekarang yang Terpengaruh Kuat Adalah Istri
BNPT Nilai ASN Terlibat Terorisme Fenomena Baru, Antarkementerian Harus Koordinasi
Curhat Menko Polhukam Mahfud MD, Pernyataannya Kerap Diadu Domba dengan Pejabat Lain