Kepemimpinan Baru BKSAP Diharap Bantu Jernihkan Isu Papua di Pasifik

PERISTIWA | 5 November 2019 12:11 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Dubes RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya mengapresiasi terbentuknya keanggotaan dan pimpinan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang baru.

Tantowi yang sudah hampir tiga tahun menjabat sebagai Dubes RI untuk tiga negara penting di Pasifik menaruh harapan besar terhadap isu-isu di Pasifik. Dia berharap BKSAP akan memberikan perhatian lebih besar lagi kepada parlemen di kawasan ini.

Menurut Tantowi isu Papua yang marak di beberapa negara Pasifik sebagian besar diembuskan oleh anggota parlemen, media dan LSM.

"Oleh karenanya kerjasama dan komunikasi yang lebih intensif antara DPR RI dan parlemen di kawasan ini saya yakini akan sangat membantu kami di perwakilan" jelas Tantowi.

Dia optimistis di bawah kepemimpinan Fadli Zon kerjasama DPR RI dengan parlemen-parlemen dunia akan semakin baik dan terarah.

Tantowi mengapresiasi inisiatif Fadli sebagai Wakil Ketua DPR RI bidang Polhukam periode lalu, untuk menyelenggarakan Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership, yang merupakan Forum pertemuan para anggota parlemen Pasifik di Jakarta Juli 2018 yang lalu.

"Ini legacy DPR RI untuk diplomasi parlemen. Kami berharap Forum ini akan berkesinambungan, tidak hanya berhenti pada pertemuan pertama tahun lalu tersebut" harap Tantowi.

Selain kelanjutan Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership, Tantowi juga berharap kunjungan anggota dewan, baik DPR RI maupun DPD RI mulai sekarang dapat lebih banyak diarahkan ke negara-negara di Pasifik. Menurutnya, penjelasan dari anggota DPR RI dan DPD RI ke kolega mereka disini tentang pembangunan di Papua akan memberikan pengertian lebih baik tentang berbagai kemajuan dan keadaan sesungguhnya di Papua.

Baca juga:
Polri Akui Masih Tangani Hoaks yang Mengganggu Warga di Papua
Kapolda Papua Sebut Pemekaran Wilayah Mempermudah Kesejahteraan Rakyat
Ini 4 Provinsi dengan UMP Paling Tinggi Sementara
Keamanan Kondusif, 1.108 Pengungsi Kembali ke Wamena
Jokowi: Bukan Saya Memerintahkan Pemekaran Papua
Konser 'Indonesia in Harmony' untuk Semangat Merawat Perdamaian Papua

(mdk/ian)

TOPIK TERKAIT