Kepsek SMPN 1 Turi Tak Tahu Ada Acara Susur Sungai di Kegiatan Pramuka

Kepsek SMPN 1 Turi Tak Tahu Ada Acara Susur Sungai di Kegiatan Pramuka
PERISTIWA | 22 Februari 2020 17:17 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Kegiatan Pramuka di SMP Negeri 1 Turi dikemas dalam acara susur Sungai Sempor berujung petaka. Delapan orang siswa meninggal dunia karena hanyut terbawa arus sungai dan dua siswa masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiana mengatakan jika dirinya tak tahu ada acara susur Sungai Sempor di dalam kegiatan Pramuka.

"Saya di sini Kepsek baru. Baru 1,5 bulan (menjabat). Program (susur sungai) itu melanjutkan program yang lama. Jujur saya tidak mengetahui program susur sungai itu," ujar Tutik, Sabtu (22/2).

Tutik menerangkan, saat kejadian ada tujuh orang pembina yang memimpin kegiatan. Ketujuh pembina ini merupakan guru di SMP Negeri 1 Turi.

Tutik mengaku dirinya tak menyangka kegiatan Pramuka di SMP Negeri 1 Turi berakhir tragis. Sebab sepemahamannya, para murid merupakan warga di sekitar Kecamatan Turi dan sudah mengenal Sungai Sempor.

Terkait insiden hanyutnya siswa SMP Negeri 1 Turi, Tutik meminta maaf kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Tutik berharap siswanya yang belum ditemukan bisa segera diketemukan.

"Kami mohon maaf atas kejadian musibah ini yang tidak kami duga dari awal. Mohon dukungannya mohon doanya untuk anak yang ditemukan dan meninggal dunia diberikan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap Tutik.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Polda DIY telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang pembina Pramuka terkait insiden hanyutnya siswa SMP Negeri 1 Turi. Selain memeriksa pembina Pramuka, Polda DIY telah berkoordinasi dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka DIY terkait SOP kegiatan.

"Kita sudah memeriksa para pembina pramuka. Sementara ada 6 orang yang telah kami periksa," ujar Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto di SMP Negeri 1 Turi, Sabtu (22/2).

Meskipun telah melakukan pemeriksaan, Yulianto enggan membeberkan hasil pemeriksaan. Yulianto menyebut hasil pemeriksaan belum bisa disampaikan karena merupakan materi penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Yuliyanto, pihaknya belum bisa menentukan siapa penanggungjawab dari kegiatan susur Sungai Sempor tersebut. (mdk/lia)

Baca juga:
8 Korban Tewas SMP Negeri 1 Turi Wanita, Diduga Sulit Gerak Pakai Rok Panjang
Polda DIY Pindahkan Posko DVI Korban Hanyut di Sleman ke RS Bhayangkara
KPAI Dorong Evaluasi Kebijakan Pramuka Sebagai Ekstrakulikuler Wajib
Usai Insiden SMP 1 Turi, Mahfud Harap Ekstrakulikuler Siswa Tetap Berlangsung
Pelajar SMPN 1 Turi Hanyut di Sungai Sempor, Satu Pembina Pramuka Jadi Tersangka

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami