Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Tol Cipularang Dinilai Perlu Uji Kelayakan

PERISTIWA | 3 September 2019 21:30 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fary Djemi Francis menyoroti kecelakaan beruntun di Tol Cipularang yang terjadi Senin (2/8). Fary meminta Kementerian Perhubungan melakukan investigasi sekaligus menguji kelayakan baik kendaraan maupun kondisi jalan bebas hambatan yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

"Kita minta Kemenhub untuk cek atau pengawasan terkait kelayakan transportasi darat terutama bis itu selalu kita ingatkan tapi hanya ini kejadian terkait rem blong, kita minta diinvestigasi apakah truk layak," kata Fary di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/8).

Kemudian Fary juga meminta dikaji secara menyeluruh tentang kelayakan jalan tol Cipularang. Khususnya di ruas jalan yang kerap terjadi kecelakaan. Dia menyoroti ruas jalan di KM 90 sampai 110.

"Kita sudah sampaikan ke menteri bahwa kejadian kecelakaan sering berulang oke kita minta dilakukan audit sungguh-sungguh terutama terkait kelayakan jalan dan geometriknya," ucap Fary.

"Karena itu kejadian berulang di km 90 sampai 110, itu ada apa? Atau tau dikasih rambu secara khusus rambu di daerah itu," tambahnya.

Terkait kelayakan kondisi jalan, Fary juga meminta agar Jasa Marga diaudit. "Tentu jasa marga, itu wilayah jasa marga," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang pada Senin (2/8) kemarin di KM 92 Tol Purbaleunyi arah Cikampek. Kecelakaan tol Cipularang itu menyebabkan delapan orang tewas. Sedangkan 28 orang mengalami luka-luka.

Baca juga:
Kesaksian Sopir Truk yang Hantam 18 Kendaraan di Tol Cipularang
Kapolda Jabar: Kecelakaan Beruntun di Cipularang Akibat Dump Truk Overload
Begini Cara Agar Kecelakaan Tol Cipularang Tak Kembali Terulang
Sulit Dikenali, 4 Jenazah Korban Kecelakaan di Tol Cipularang Dibawa ke RS Polri
Cerita Mistis di Balik Kecelakaan Maut Cipularang Tewaskan 8 Orang
Menhub Soal Kecelakaan Tol Cipularang: Sudah Berulang, Pasti Ada yang Salah di Sana

(mdk/noe)