Kerasnya Menhan tak mau kompromi soal palu arit

Kerasnya Menhan tak mau kompromi soal palu arit
Menhan Ryamizard Ryacudu. ©2015 merdeka.com/arie basuki
NEWS | 14 Mei 2016 06:44 Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan siapapun yang telah mengancam negara, berarti melanggar hukum dan harus dikenakan sanksi hingga dilakukan penangkapan. Hal ini terkait diamankannya penjual kaos band 'Kreator' bergambar palu arit di Blok M Square, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/5) kemarin.

Sejarawan Universitas Indonesia (UI), Anhar Gonggong, setuju terhadap pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tersebut. Bahkan, Anhar menilai sebetulnya pemerintah terlambat mengambil langkah tegas terkait bentuk apapun yang melanggar keamanan negara.

"Menhan sebagai tentara tentu saja dia anti PKI, makanya pelarangan itu pasti dilakukan dan benar. Namun sebenarnya kesalahannya total yaitu pemerintah dalam arti kata reformasi," kata Anhar saat dihubungi merdeka.com, Jumat (13/5) malam.

Anhar mengatakan, sejak zaman orde baru atau pemerintahan Presiden Soeharto tumbang, masyarakat merasa terbuka dengan apa yang hendak dilakukannya. Bahkan, saat Presiden Abdurrahman Wahid hendak mengusulkan mempercepat pelarangan bagi apapun yang mengancam negara seolah tak digubris.

"Bahkan dulu Gus Dur meminta mengusulkan mempercepat pelarangan PKI, tapi ya gitu. Dan memang saya katakan ketika itu nggak mungkin, karena yang bisa cabut itu PKI sendiri. Sehingga Gus Dur bukan fungsinya. Dan sekarang zaman reformasi lebih terbuka, artinya ada aturan melarang. Nah Menhan sudah benar, pemerintah harus lebih tegas dalam hal ini," kata Anhar.

Oleh sebab itu, lanjut Anhar, dalam waktu dekat ini, pemerintah harus ada ketetapan melarang. Apalagi atribut itu ditemukan bukan hanya di satu atau dua tempat, namun lokasi lainnya yang mudah dijangkau masyarakat segala kalangan.

"Tapi dalam tindakan nyata banyak yang terjadi. Bahkan bisa saja mungkin ada anggota siapa tahu punya. Karena apa? Karena tidak ada yang tegas. Kalau mau tegas buka sekalian, artinya kembalikan sejarah jelas di mana katakan PKI dan segala hal nya tidak boleh, jadi kalau melakukan sesuatu tentang itu harus ditangkap," ujarnya.

Anhar mendukung penuh pernyataan Menhan Ryamizard tersebut. Dan berharap pernyataan itu diikuti peraturan yang memang benar-benar tegas menindak bagi pelaku yang mengancam kedaulatan negara.

"Saya setuju tindakan Menhan, namun tak sekadar setuju. Kalau dilarang sepihak tapi yang lain tetap melakukan dalam arti masih boleh melakukan segala yang berbau PKI gimana? Jadi pemerintah harus bertindak tegas, buka sekalian atau tutup sekalian tentang PKI," tandasnya. (mdk/gil)

Baca juga:

Ini alasan Luhut teken bongkar makam korban 1965

Prijanto setuju film G30SPKI diputar kembali secara rutin

Ketua Purnawirawan TNI AD serang Jokowi dan Luhut soal Simposium 65

FUI minta TVRI siarkan lagi film Pengkhianatan G30S

Kejati Riau pantau peredaran buku paham komunis di toko-toko

Menhan ingatkan jangan ada pihak yang memancing emosi soal PKI

FUI: Ada wacana membalikkan sejarah kalau PKI korban tak berdosa

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami