Keraton Yogya Mulai Prosesi Pembuatan Gunungan Gerebeg Maulid

PERISTIWA | 8 November 2019 05:35 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Keraton Yogyakarta memulai prosesi pembuatan gunungan untuk Garebeg Maulid. Prosesi ini diawali dengan menggelar Hajad Dalem Numplak Wajik yang dilakukan di Panti Pareden Kemagangan, Kamis (7/11).

Dipimpin putri Raja Keraton Yogyakarta, GKR Hayu, prosesi numplak wajik ini ini menandai pembuatan gunungan wadon yang akan dibagikan di Garebeg Maulid pada Minggu (10/11). Prosesi numplak wajik ini sebelumnya diawali dengan pembuatan kerangka gunungan oleh abdi dalem konco abang.

Usai kerangka gunungan jadi, prosesi numplak wajik pun dimulai. Numplak wajik ini menjadi dasaran bagi gunungan yang akan dibuat. Setelahnya gunungan wadon inipun akan dihias oleh abdi dalem perempuan yang berusia sepuh.

Abdi dalem KHP Widya Budaya, KRT Rinta Iswara mengatakan tradisi numplak wajik ini selalu berlangsung sebelum gunungan dibuat. Numplak wajik, sambung Rinta Iswara, menjadi penanda awal pembuatan gunungan.

Rinta Iswara menerangkan saat prosesi numplak wajik dilakukan dengan iringan suara gejog lesung yang dipukul berirama. Irama gejog lesung ini dimainkan oleh abdi dalem Keparak.

"Prosesi ini adalah menumpahkan wajik di badan bakal calon gunungan putri yang akan dibagikan saat Garebeg Mulud pada Minggu (10/11). Numplak wajik memang selalu berlangsung tiga hari sebelum Garebeg Mulud 1953 Be," jelas Rinto Iswara.

1 dari 1 halaman

Ada 5 Jenis Gunungan di Keraton

Rinto menjelaskan dalam setiap pembuatan gunungan, gunungan wadon selalu dibuat pertama kali. Setelahnya barulah disusul dengan pembuatan gunungan-gunungan lainnya.

"Dalam setiap prosesi membuat gunungan, gunungan wadon memang selalu yang pertama. Kalau di Keraton ada lima gunungan. Selain gunungan wadon ada gunungan kakung, gunungan pawuhan, gunungan dharat dan gunungan gepak. Gunungan-gunungan itu dibuat setelah gunungan wadon," jelas Rinto Iswara.

Rinto menerangkan untuk upacara Garebeg Mulud tahun ini, Keraton Yogyakarta akan membuat tujuh buah gunungan. Nantinya gunungan-gunungan ini akan dibagikan di tiga tempat.

Ketiga tempat itu adalah Masjid Gede Kauman, Kadipaten Pakualam dan Kantor Kepatihan (Kantor Gubernur DIY). Sebelum dibagikan, ketujuh gunungan terlebih dulu didoakan di Masjid Gede Kauman.

"Semua gunungan akan dibawa ke Masjid Gede Kauman untuk didoakan dulu. Lalu ada yang dibagi ke masjid (Masjid Gede Kauman), kantor Kepatihan dan Pakualaman. Pembagian gunungan ini adalah wujud rasa syukur dan pemberian raja kepada warganya," tutup Rinta Iswara. (mdk/cob)

Baca juga:
Menengok Perayaan Maulid Cucu Nabi Hussein Bin Ali di Mesir
NasDem Ajak Umat Islam Teladani Akhlak Rasul
Prabowo dan AHY Hadiri Maulid Nabi Muhammad di Kwitang
Prabowo: Ketika Dikirim ke Daerah Perang Saya Was-was, Cari Kiai Minta Didoakan
Meneladani Spirit Persaudaraan Rasulullah untuk Jaga Keutuhan NKRI
Warna-warni Perayaan Maulid Nabi di India dan Pakistan