Kerjasama Global Kurang, Masing-masing Negara Sibuk Sendiri Hadapi Covid-19

Kerjasama Global Kurang, Masing-masing Negara Sibuk Sendiri Hadapi Covid-19
PERISTIWA | 30 Mei 2020 19:46 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad, mengatakan saat ini semua negara tampaknya sedang 'sibuk sendiri' dengan urusan domestik. Hal tersebut ditengarai menjadi alasan kenapa upaya global untuk menghadapi Covid-19 belum berkembang signifikan.

"Memang mestinya seperti ini. Karena sekarang saya melihat inisiatif global memobilisasi sumber daya terutama untuk membantu negara-negara berkembang itu saya lihat masih sangat kurang," kata dia, dalam diskusi daring, Sabtu (30/5).

Dia menyoroti stimulus fiskal yang diberikan oleh sejumlah negara maju dalam mendukung perekonomian domestiknya. Padahal saat yang sama, sejumlah negara berkembang membutuhkan bantuan global dalam memerangi Covid-19.

"Negara-negara berkembang ini kan dihadapkan dengan keterbatasan. Kalau kita lihat misalnya ada stimulus ekonomi sampai USD 10 Triliun di seluruh dunia bahkan baru kemarin bank sentral Eropa menambah lagi stimulus lanjutan," ujar dia.

Stimulus besar-besaran yang diberikan negara-negara maju, lanjut dia, di sisi lain membuat negara-negara berkembang menjadi 'iri'. "Sebetulnya di mata negara-negara berkembang ada semacam keirian tertentu karena negara maju seperti memperlihatkan kemampuan yang luar biasa membantu rakyatnya Sementara negara-negara berkembang atau underdeveloped countries mereka berusaha betul untuk tetap bertahan," urai dia.

"Sementara inisiatif global untuk menjadikan ini isu global dan membuat prioritas-prioritas global itu, saya belum lihat sesuatu yang signifikan. Masing-masing sibuk dengan diri sendiri," imbuh dia.

Hal tersebutlah yang menurut dia bisa menjadi latar belakang hilangnya kepemimpinan global seiring merebaknya Covid-19. Bahkan negara yang dianggap sebagai pemimpin global seperti AS pun tidak bisa berbuat banyak.

"Amerika yang pada krisis 2008 menjadi pemimpin inisiator utama terbentuknya G20, hari ini tidak bisa lagi inisiator karena dia sibuk di dalam negeri. Eropa pun saya kira juga demikian. Saya kita ada semacam gap of leadership dalam kepemimpinan global terutama untuk mengantisipasi Covid-19," tandasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Tradisi Seba Warga Baduy Dilakukan Terbatas, Doakan Bumi Segera Terbebas dari Corona
New Normal di Jepang, Orang Dilarang Teriak Saat Naik Roller Coaster
Dua Aspek Ini Jadi Penilaian Daerah Boleh Menerapkan Normal Baru Saat Wabah Corona
New Normal, Pengurus Olahraga Diminta Kreatif Lakukan Pembinaan Atlet
Wagub Tjokorda Oka: APD dan Alat Tes Covid-19 di Bali Masih Cukup

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5