Kerukunan Umat Beragama Dalam Bingkai Pawai Maulid Nabi di Pulau Dewata

PERISTIWA | 19 November 2019 23:12 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Warga muslim di Denpasar, Bali, menggelar pawai dengan berjalan kaki untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Sabtu (16/11).

Sebelum pawai dimulai, warga berkumpul di Jalan Pulau Roti, Pedungan, Denpasar, Bali. Para warga dari berbagai usia mulai anak-anak hingga orang tua berbaris rapi sebelum melakukan pawai.

Tak lupa kaum ibu membawa rebana dan telur rebus yang dihias kertas warna-warni dikaitkan dengan sebatang bambu tipis.

Mereka melakukan pawai dengan berjalan kaki sambil menabuh rebana dan melantunkan salawat. Para pecalang setempat dan aparat desa membantu kelancaran pawai. Ini juga untuk menunjukkan kebersamaan antar umat beragama.

Para warga berjalan kaki sekitar 500 meter menuju tempat acara pengajian yang berlokasi di Jalan Pulau Moyo, Desa Pedungan, Denpasar, Bali.

"Ini sudah tradisi yang sudah turun temurun untuk menyambut Maulid Nabi dan ini suasana gembira karena menyambut kelahiran Rasulullah SAW," kata Tri Dwi Hantoro sebagai Ketua Panita Acara saat ditemui di lokasi, Selasa (19/11) malam.

1 dari 1 halaman

Pesan Damai dan Toleransi

Hantoro juga menyampaikan, selain pawai berjalan kaki juga ada pengajian dengan tema Menjalin Hubungan Baik Antar Umat Beragama.

"Jadi di sini saya mengambil tema kerukunan antar ummat beragama. Karena, kerukunan ummat beragama itu diperlukan sekali," imbuhnya.

Dia menjelaskan, pesan dalam perayaan Maulid Nabi tahun ini menekankan rasa toleransi dan persaudaraan antar umat beragama. Sebagaimana ajaran Rasulullah SAW.

"Khususnya umat muslim yang datang ke sini memakai prinsip di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung. Artinya, kita itu menempati suatu daerah harus menghargai yang lain. Saudara-saudara kita yang non muslim, kita juga undang dan di situ lah makna toleransi antar umat beragama," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam momentum Maulid Nabi ini memperlihatkan kebersamaan antar ummat beragama dan mengajarkan rasa cinta dan kasih bagi para anak-anak yang ikut dalam perayaan Maulid Nabi.

"Harapannya, khususnya umat muslim, kita harus benar-benar pandai menempatkan diri kita dan artinya kita harus saling menghormati antar sesama agama yang lain dan di situ lah ajaran Rasulullah, bahwa kita saling toleransi beragama," tutupnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Buku Pelajaran Agama Dirombak, Mencintai Negara Juga Bagian dari Iman
Imparsial Nilai Pemerintah Belum Menjamin Kebebasan Beragama
VIDEO: Langkah Wapres Ma'ruf Amin Pimpin Jalan Santai Lintas Agama
Ma'ruf Amin: Bangun Narasi Kerukunan, Sudahi Konflik
Setara Institute: Polisi Paling Banyak Langgar Kebebasan Beragama
Kampanyekan Perdamaian, Komunitas Lintas Agama Gelar Gerak Jalan