Kerusuhan Wamena, 6 Anggota Brimob Kritis

PERISTIWA | 23 September 2019 14:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi masih berupaya meredakan kerusuhan di Wamena, Papua, Senin (23/9). Atas peristiwa itu, enam anggota Brimob Polri dilaporkan mengalami luka berat.

"Enam anggota Brimob kritis," tutur Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal melalui pesan singkat, Senin (23/9).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dugaan sementara kerusuhan terjadi lantaran dipicu oleh berita bohong atau hoaks terkait isu rasisme.

"Hoaksnya masih tentang rasis tetap. Penyebar hoaksnya sedang didalami oleh Ditsiber Bareskrim," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

1 dari 1 halaman

Fasilitas Publik Dibakar

Menurut Dedi, massa melakukan pengerusakan bahkan pembakaran terhadap fasilitas publik. Sejauh ini, TNI Polri masih melakukan dialog dengan dibantu oleh tokoh masyarakat setempat.

"Ada beberapa ruko terbakar. Untuk kantor pemerintahan ada juga yang diserang namun belum terklarifikasi milik siapa," jelas dia.

Dedi mengimbau seluruh masyarakat Papua dapat menahan diri agar tidak mudah terpancing oleh isu negatif yang berkembang.

"Sampai hari ini situasi sudah dikendalikan dan kita imbau dengan pendekatan soft approuch, tokoh agama, tokoh adat yang di sana dan Pemda di sana untuk tidak terprovokasi dengan sebaran berita hoaks," tutup Dedi.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Gubernur Papua Minta Hentikan Aksi yang Ganggu Stabilitas Keamanan
Demo Ricuh Universitas Cenderawasih, Satu Anggota TNI Tewas Dibacok Massa
5 SPBU Kompak Milik Pertamina di Wamena Tutup Sementara Akibat Kerusuhan
Penjelasan Mabes Polri Soal Video Polisi Geruduk Uncen Papua Hingga Blokade Jalan
Unjuk Rasa di Wamena Papua Memanas, Massa Bakar Kantor PLN

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.