Kesaksian Warga Asrama Brimob, Massa Beringas Lempar Botol Isi Bensin

PERISTIWA | 22 Mei 2019 11:45 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Aparat kepolisian masih melakukan penjagaan secara ketat di sepanjang Jalan Petamburan, Jakarta Barat. Sampai kini, kondisi di sepanjang Jalan Petamburan masih mencekam. Karena sebagian kelompok massa masih belum membubarkan diri dari malam.

Akibat dari bentrokan ini, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang hancur hingga habis dibakar diduga oleh sekelompok massa. Kendaraan tersebut bukan hanya milik warga sekitar saja, melainkan adanya mobil aparat kepolisian.

Otha, salah seorang warga Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta Barat, ini mengaku, puluhan mobil yang terparkir di halaman parkir Asrama Brimob hangus terbakar.

"Ada puluhan itu mobil yang hangus, yang hancur juga banyak banget itu. Motor juga ada yang kebakar, tapi kalau yang di jalan raya itu cuma dipecahin aja kacanya sama semua mobil spionnya pada enggak ada," kata Otha kepada merdeka.com di lokasi kejadian, Rabu (22/5).

Awal mula terjadinya pembakaran mobil di halaman parkir Asrama Brimob, ia lebih dulu menembaki bus polisi yang terparkir di salah satu Sekolah Dasar yang bersebelahan dengan Asrama Brimob, menggunakan petasan.

"Yang di dalam gedung itu (SD) pas kebetulan ada polisi yang lagi enggak dinas. Langsung dia pada lemparin massa pake batu buat pukul mundur biar mereka enggak menyerang," tuturnya.

Otha menjelaskan, sekelompok massa mulai membakar mobil, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Menurutnya, aksi pembakaran mobil yang dilakukan itu seperti sudah disiapkan.

"Ada yang pas saya tangkep itu dia megang bensin yang dibotol air mineral literan. Dia mungkin mau ngumpet dicelah-celah mobil, cuma ketahuan aja," jelasnya.

"Ini juga dia berani nyerang karena anggota Brimob enggak banyak, soalnya pada ditugasin ke tempat lain. Karena enggak bakal nyangka pada nyerang kemari, tahun 98 (kerusuhan) enggak sampe ke sini," sambungnya.

Ia pun menerangkan, cara sekelompok massa ini membakar puluhan mobil yang terparkir di halaman Asrama Brimob dengan cara memecahkan kaca mobil terlebih dulu.

"Pas kacanya udah pecah, langsung dimasukin molotov sama dia (kelompok massa) ke dalem mobil. Kan kalau api udah masuk ke dalem mobil dan kena bahan yang mudah kebakar langsung gampang nyamber," terangnya.

Ia pun mengaku, sempat mendengar beberapa kali suara ledakan ketika sekelompok massa melakukan pembakaran mobil.

"Ada lah itu 5 sampai 6 kali ledakan pas mobilnya kebakar," ujarnya.

Meski begitu, tak semua mobil yang dibakar oleh sekelompok massa. Karena, masih ada beberapa mobil yang sudah langsung dipindahkan oleh pemiliknya. Mobil itu dipindahkan ketika polisi mencoba untuk memaksa mundur sekelompok massa dengan dibantu warga sekitar dengan alat seadanya.

"Ini pemiliknya enggak semua punya polisi, ada juga punya sipil. Karena enggak semua yang tinggal disini itu angkatan," ucapnya.

"Tapi, banyak juga ini mobil yang pada hancur kacanya sama ada yang udah kebakar bumper depan mobilnya," sambungnya.

Hingga kini, sepanjang Jalan Petamburan masih dilakukan penutupan dari segala arah. Hal itu untuk mencegah timbulnya bentrokan susulan.

Baca juga:
Begini Kondisi Mobil-Mobil yang Hangus Dibakar di Petamburan
Mencekamnya Ricuh Massa dan Aparat di Tanah Abang
Asrama Brimob Dibakar, Belasan Mobil di Petamburan Hangus Terbakar
Polisi Sebut Massa Buat Rusuh Beda dengan Demonstran di Bawaslu
FPI DKI: Yang Rusuh di Petamburan Warga Luar Ingin Adu Domba

(mdk/rhm)