Kesal Sering Di-bully Tetangga, Pria di Riau Rakit dan Ledakkan Bom

Kesal Sering Di-bully Tetangga, Pria di Riau Rakit dan Ledakkan Bom
Ilustrasi bom rakitan. Ilustrasi shutterstock.com
NEWS | 5 Oktober 2022 14:49 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Kekesalan MN (41) atas bully-an tetangga mendorongnya berbuat nekat. Warga Indragiri Hulu, Riau, ini merakit dan meledakkan bom di tepi jalan, sehingga dia ditangkap polisi.

Bom yang dirakit MN meledak di pinggir jalan dekat rumah kontrakannya di Desa Klesa Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Senin (3/10) subuh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, pelaku ditangkap dan ditahan akibat ulahnya. Dari pemeriksaan, aksi pelaku nekat merakit bom karena di-bully oleh masyarakat setempat.

"Tersangka MN mengaku sering di-bully orang lain yang mengatakan lusuh, gila. Lalu pelaku kesal dan termotivasi cara merakit bom. Maksudnya agar pelaku tidak di-bully lagi," kata Sunarto didampingi Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Asep Darmawan, Rabu (5/10).

2 dari 3 halaman

Beli Bahan Baku Secara Online

Sunarto menjelaskan, pelaku membeli bahan peledak melalui situs online Tokopedia pada Mei 2022. Lima hari berikutnya pesanan datang diantar kurir dan disimpan di kamarnya.

Bulan September 2022 pelaku mencoba merakit bom dengan mencampur semua bahan peledak ke dalam ember. Lalu bahan itu dimasukkan ke dalam botol bekas. Kemudian campuran tadi dibakar.

"Setelah itu, bahan peledak yang dirakit pelaku meledak. Memang menimbulkan ledakan walaupun tidak kuat. Selanjutnya pelaku kembali merakit dan mencampurkan bahan peledak dan menambahkan alat lagi kabel listrik dan aki serta mesin timer," jelas Sunarto.

3 dari 3 halaman

Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

Kemudian pada Senin (3/10) kemarin pelaku kembali merakit dan mencampurkan bahan peledak. Kemudian meletakkan di pinggir jalan.

"Pelaku ini sudah men-setting timer ledakan untuk waktu 30 menit. Setelah itu pelaku meninggalkan bahan peledak itu. Pelaku ini juga tidak mengetahui bahan peledak itu meledak atau tidak. Namun akhirnya meledak lebih kuat dari sebelumnya," jelas Sunarto.

Akibat perbuatannya, pelaku terjerat Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak. Pelaku disebut menguasai, menyimpan bahan peledak dengan ancaman penjara seumur hidup dan 20 tahun.

"Pelaku diduga melakukan tindak pidana tanpa hak menguasai, menyimpan sesuatu bahan peledak," pungkasnya.

(mdk/yan)

Baca juga:
Bom Rakitan Meledak di Indragiri Hulu, Satu Orang Ditangkap Polisi
Polisi Temukan Pendemo Save Lukas Enembe Bawa Bom Rakitan
Enam Bom Rakitan Meledak di Irak, Lima Orang Tewas
Gali Kuburan, Warga Temukan Empat Bom Rakitan
Rumah milik perangkat desa di Sleman dilempar molotov, mobil terbakar
Bom sisa konflik Aceh ditemukan tertanam di belakang rumah warga

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini