Ketahuan Berzina di Daerah Ini, Pasangan akan Didenda Rp1,5 Juta

PERISTIWA » MALANG | 12 Juli 2019 04:30 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Heboh peraturan tata tertib Rukun Warga (RW) di Kota Malang yang mencantumkan nilai denda hingga jutaan rupiah. Aturan tersebut juga mengatur prosentase transaksi warga sebagai komisi atau sumbangsih lingkungan melalui RT dan RW setempat.

Tata tertib 7 poin itu dikeluarkan di lingkungan RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang tertanggal 14 Juni 2019 itu. Aturan tersebut ramai menjadi pembicaraan di media sosial dan mendapat berbagai respon.

Salah satu aturan menyebutkan warga yang ketahuan berzina akan didenda Rp1,5 Juta. Denda juga berlaku untuk pelaku KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) sebesar Rp1 Juta serta denda Rp500 Ribu bagi pelaku transaksi atau pemakai narkoba.

Ashari, Ketua RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang membenarkan adanya edaran tata tertib tersebut. Namun ditegaskan edaran tersebut dikeluarkan atas kesepakatan bersama demi ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

"Yang melatarbelakangi kami membuat surat edaran itu, supaya kampung kita itu aman, sehat, harmonis, respon. Kita bekerja di kampung ikhlas," kata Ashari, Kamis (11/7).

Tata tertib itu dibuat setelah melalui pembicaraan RT dan tokoh sebagai perwakilan masyarakat. Aturan itu juga belajar dari kejadian sebelumnya yang meresahkan warga, seperti keributan karena kasus perselingkuhan, warga yang kontrak tidak melapor hingga gangguan lingkungan lainnya.

"Sering terjadi gangguan, visi dan tujuan kita agar aman tertib, mengacu ke sana. Sehingga bersama kita membuat peraturan yang bisa diterapkan," jelasnya.

Sementara tentang aturan warga pendatang dikenakan biaya Rp1,5 juta dijelaskan Ashari, rinciannya Rp1 juta untuk kepentingan tanah makam dan Rp500 ribu untuk kas RT dan RW.

Penetapan nilai angka tersebut berdasarkan rembugkan bersama. Periode sebelumnya, pembayarannya sebesar Rp750 ribu, tetapi memang tidak ada aturan tertulisnya. Tetapi sejak edaran tata tertib tersebut ditetapkan masih belum ada transaksi.

"Itu pun membayarnya di RT. Tetapi transaksi itu belum pernah terjadi, belum ada transaksi," jelasnya.

Tata tertib tersebut juga mencantumkan untuk warga pindah kontrak dikenakan sumbangan Rp250 ribu dan warga kos sebesar Rp50 ribu.

Sementara warga yang menjual asetnya dikenakan komisi 0,2 persen. Namun aturan tersebut masih menjadi perdebatan warga karena dianggap terlalu kecil.

Kata Ashari, sebagian warga menganggap terlalu kecil, karena dicontohkan, kalau transaksi Rp100 juta, nilai komisinya cuma Rp200 ribu. Sehingga warga membandingkan dengan pemilik rumah yang dikontrakkan yang ditarik Rp250 ribu.

"Itu kesepakatan saja, nanti bentuk uang dari mereka itu kita buat untuk kegiatan warga, seperti Agustusan, lomba kebersihan. Diambilkan dari mana, ya dari uang itu," katanya.

Warga yang membuat keramaian seperti pesta pernikahan yang menutup jalan raya dikenakan iuran kas sebesar Rp100 ribu. Warga yang menginap hingga tidak melapor selama 3 X24 jam juga didenda Rp1 Juta. Ashari mengatakan, bahwa aturan tersebut bukan kalimat hukum yang disertai sanksi. Tetapi kalimat operasional agar bisa dilakukan.

"Andaikata ndak memberi tidak masalah. Di situ tidak mencantumkan, kalau tidak memberi dikenakan sanksi, kan ndak ada," jelasnya.

Tata tertib dibuat agar para pendatang mau melaporkan diri. Karena selama memang masih terjadi warga tidak melapor, bahkan diam-diam. Jika tidak bisa atau keberatan dengan nominal yang tertera, kata Ashari, bisa memberi tidak masalah dan kalau memberi seikhlasnya juga tidak masalah.

"Terpenting komunikasi saja. Di kampung itu dibutuhkan saling komunikasi. Ibu ini kontrak di rumah bapak ini, yang punya rumahnya ini. Kalau nanti kemasukan teroris dan sebagainya bagaimana?" tegasnya.

Sementara Lurah Mulyorejo, Syahrial Hamid mengatakan kalau tatib tersebut akan direvisi. Ketua RW dan pengurus akan menarik serta melakukan pembicaraan kembali membahas atas aturan tersebut.

Baca juga:
Lagi, Pria di Malangbong Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil
Dua Adiknya Dicabuli Bapak Kandung, Kakaknya Syok dan Menangis Histeris
Anak Korban Disetubuhi Ayah Kandung di Garut Hingga Melahirkan Trauma Berat
Sepanjang 2019, 34 Kasus Asusila Terjadi di Garut
Mabuk Miras, Pemuda Ini Coba Perkosa Istri Orang
Siswi SD Pekanbaru Dicabuli Dua Pemuda di Kamar Hotel

(mdk/ded)

TOPIK TERKAIT