Hot Issue

Ketiban Pulung Prajurit TNI Akibat 'Main Jari' Istri di Media Sosial

Ketiban Pulung Prajurit TNI Akibat 'Main Jari' Istri di Media Sosial
PERISTIWA | 20 Mei 2020 06:34 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Kejadian keseleo jari berujung bui serta sanksi disiplin kembali terjadi di kalangan Prajurit TNI. Kasusnya pun sama. Si prajurit harus menelan pil pahit akibat ulah istrinya sendiri.

Kali ini menimpa Serma (Sersan Mayor) T, prajurit Resimen Induk Kondam Jaya (Rindam Jaya) yang ketiban pulung ulah istrinya.

Serma T dijatuhi hukuman penahanan ringan selama 14 hari. Istrinya, SD pun demikian. Ia turut menanggung perbuatannya dengan diproses hukum.

Sayangnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Kolonel Inf Nefra Firdaus tak menyebut rinci ulah SD, istri Serma T.

"Mendorong proses hukum terhadap Saudari SD dalam kapasitasnya sebagai anggota Persatuan Istri TNI AD atas dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik," ungkap Nefra.

Hal serupa juga menimpa Serda K, anggota KOdim Pidie, Korem Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda Aceh. Ia kena sanksi indisipliner setelah istrinya, AL kedapatan memasang status bernada nyinyir terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun media sosialnya. Usut punya usut, unggahan status tersebut adalah satu berita yang ternyata hoaks.

"Semoga Allah mengampuni dosa2mu Pakde," tulis AL di akun media sosialnya.

Pakde ditujukan kepada Presiden Jokowi. Sedangkan, unggahannya berupa sebuah potongan gambar yang memuat berita hoaks Presiden Jokowi menghadiri konser bersatu melawan corona dengan keramaian massa.

"Menjatuhkan hukuman disiplin militer kepada Serda K yang merupakan anggota Kodim Pidie, Korem Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda, berupa penahanan ringan sampai dengan 14 hari karena tidak mentaati perintah kedinasan yang sudah dikeluarkan berulang kali tentang larangan penyalahgunaan sosial media oleh Prajurit TNI AD dan keluarganya," kata Nefra Firdaus, dalam keterangannya, Selasa (19/5).

"Mendorong proses hukum terhadap Saudari AL dalam kapasitas-nya sebagai anggota Persatuan Istri TNI AD atas dugaan pelanggaran terhadap Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," jelas Nefra.

Adapun, putusan ini diambil setelah Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa memandang perlu untuk menggelar sidang pimpinan, dan dihadiri antara lain oleh Wakil Kepala Staf AD, Komandan Pusat Polisi Militer AD, Asisten Intelijen Kasad, Direktur Hukum AD, Kepala Pusat Sandi dan Siber AD, serta Kepala Dinas Penerangan AD.

Baca Selanjutnya: Istri Nyinyiri Wiranto Dandim Kendari...

Halaman

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami