Ketika senjata buatan Pindad kalahkan M16 di kompetisi Internasional

PERISTIWA | 24 November 2017 20:04 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kontingen Indonesia baru saja mengharumkan namanya dalam ajang kompetisi menembak tingkat Asia Tenggara, The Asean Armies Rifle Meet (AARM). Di hari ke empat, Indonesia sudah disematkan sebagai juara umum.

37 Orang penembak TNI Angkatan Darat terbaik diturunkan. Hasilnya, 9 dari 15 tropi dan 31 dari 45 medali berhasil diraih.

Keberhasilan itu tidak lepas dari perbekalan senjata pabrikan lokal. PT Pindad membekali tim dengan dua senapan carbin SS-2 V4 dan SS-2 V2 Heavy Barrel. Serta semua amunisi yang dipakai juga buatan Pindad.

Lettu Safrin Sihombing bercerita senjata itu terbukti berhasil memenangkan kontingen di kategori senapan. Bahkan, lawan lebih banyak menggunakan karbin buatan Amerika Serikat M16.

"Padahal negara-negara lain menggunakan M16 yang sudah terbaru tuh yang fiber. Ternyata masih bisa dilampaui daripada buatan kita sendiri. Kami bangga sebetulnya sebagai penembak pakai produk sendiri," ujar dia.

Begitu juga di kategori pistol yang dia ikuti. Walaupun tidak menggunakan pistol Pindad, namun peluru yang dia gunakan buatan lokal. Dia berharap Pindad juga memproduksi pistol untuk ikut disertakan pada kompetisi berikutnya.

"Kami juga kalau memang kualitasnya Pindad pistolnya itu bisa untuk bersaing, kita akan pakai itu dan penyempurnaan selama ini kan dari petembak itu masalah pistol," kata dia.

Safrin berpendapat, perlu banyak perbaikan yang harus Pindad lakukan. Kompetisi ini juga sebagai masukan yang baik untuk ke depannya.

"Kalau dulu kan masih ada sering macet. Tapi masih kekurangan di segi akurasi yang masih kita rasakan," ucapnya.

Hal itupun diamini oleh pihak Pindad. Direktur Bisnis Hankam Pindad, Wijayanto mengatakan produksi mereka perlu ditingkatkan terus. Dia menampung segala kekurangan yang disampaikan para prajurit yang terjun dalam kompetisi.

"Hasil kegiatan ini, bagaimana bisa membuat senjata yang bagus buat pasukan organik ataupun kompetisi ini memerlukan keahlian dan dedikasi. Kami berterimakasih kepada seluruh pimpinan TNI AD adapun mereka terus menerus memasukan untuk lebih meningkat," tuturnya.

(mdk/dan)

TOPIK TERKAIT