Ketika Warga Perbatasan Pilih Sekolahkan Anak di Malaysia

PERISTIWA | 18 November 2019 05:03 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Sekolah Dasar Negeri 04 Merakai Panjang, daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Puring Kencana wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, sempat kekurangan siswa. Penyebabnya, rata-rata anak di daerah tersebut lebih memilih sekolah ke Malaysia.

"Tahun ini kami tidak mendapatkan siswa baru, karena para orang tua dan anak-anak lebih memilih sekolah di negara tetangga Malaysia," kata Kepala SDN 04 Merakai Panjang, Lambertus Ngenget di Desa Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana, wilayah Kapuas Hulu, Minggu (17/11). Seperti dilansir Antara.

Menurut Lambertus, jumlah murid SDN 04 Merakai Panjang saat ini hanya sekitar 12 siswa. Bahkan dari tahun ke tahun ada saja siswa keluar sekolah dan memilih melanjutkan sekolahnya di Malaysia.

Pihak sekolah hanya bisa memberikan pemahaman kepada para orang tua maupun muridnya. Akan tetapi itu tidak menjadi penghalang orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke Malaysia.

"Tentu sarana dan prasarana menjadi faktor penyebab orang tua menyekolahkan anaknya ke Malaysia, kami tidak bisa berbuat banyak, karena memang kondisi SD Merakai Panjang itu banyak yang rusak," jelas Lambertus.

1 dari 1 halaman

Alasan Memilih Malaysia

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi juga membenarkan rata-rata orangtua masyarakat perbatasan menyekolahkan anak-anaknya ke Negara Malaysia.

Petrus tak menapik, persoalan ini dilema berat. Berbagai faktor jadi pertimbangan para orangtua di perbatasan. Termasuk pertimbangan politik dan sosiologis.

"Saya rasa ini PR bagi pemerintah Indonesia, bagaimana memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan khususnya di daerah perbatasan," ujar Petrus.

Pertimbangan politisnya kata Petrus, anak-anak perbatasan juga kebanyakan lahir di Malaysia, di mana memiliki jaminan pendidikan dan pekerjaan.

"Jadi di Malaysia sangat jelas dan terjamin bagi pelajar setelah tamat sekolah bisa langsung dijamin pekerjaan, saya rasa itu salah satu juga pertimbangan orangtua murid," kata Petrus.

Menurut Petrus, kondisi pendidikan di perbatasan juga sudah sering disampaikan ke pemerintah pusat, karena harus kita akui bahwa kualitas pendidikan di Malaysia cukup baik, karena di dukung fasilitas yang memadai.

"Semoga kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat, karena Dinas Pendidikan Kapuas Hulu tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi persoalan tersebut," harap Petrus. (mdk/noe)

Baca juga:
Pekan Depan, RI-Malaysia akan Sepakati Dua Titik Batas Wilayah
Tahun Depan, Indonesia-Malaysia akan Akhiri Polemik Batas Pulau Sebatik
Tidak Hanya Jaga Tapal Batas, Sertu Haris Jadi Guru Ngaji Anak di Perbatasan
Pemerintah RI-Malaysia Bangun Patok Batas Baru di Sebatik Nunukan
5 Proyek Pembangunan Jokowi di Papua Demi Angkat Kesejahteraan Warga
Memoles Gerbang Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.