Ketua KPK: Harun Masiku Sudah Menjadi DPO

PERISTIWA | 20 Januari 2020 21:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memastikan status Politikus PDIP Harun Masiku sudah menjadi buron, alias masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Sudah (Harun Masiku) sudah (menjadi DPO), belum lama," katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/1).

Dia memastikan pihaknya sudah meminta Polri untuk menerbitkan surat DPO terhadap tersangka kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait penetapan anggota DPR RI periode 2019-2024 itu.

"Saya enggak tahu persis, tapi yang pasti itu sudah (berkirim surat ke Polri)," ujarnya.

Firli pun meminta kepada masyarakat untuk ikut aktif memberikan informasi keberadaan Harun. Firli menyebut, setiap informasi yang diterima KPK terkait keberadaan Harun akan ditindaklanjuti.

"Kita akan telusuri, kita akan terima apa pun informasinya. Kita akan kroscek atas kebenaran seluruh informasi, yang pasti kami akan sungguh-sungguh, berharap sumbangsih, informasi dari seluruh anak bangsa," tegasnya.

1 dari 2 halaman

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolangi Bengong Pikirkan Harun Masiku

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengaku tengah memikirkan keberadaan Harun Masiku.

Awalnya, dalam acara Silahturahmi Pimpinan, Dewan Pengawas, Pejabat Struktural, dan Awak Media yang diadakan di Gedung Merah Putih KPK, Nawawi diberikan kesempatan bernyanyi.

Nawawi sempat menyanyikan lagu berjudul Andaikan Kau Datang. Selesai bernyanyi, dia pun menyinggung soal Harun yang hingga kini masih dalam pencarian tim lembaga antirasuah.

"Tadi saya lagi bengong, memikirkan keberadaan Harun Masiku, tapi tiba-tiba disuruh bernyanyi," ujarnya.

Nawawi menyebut, acara malam ini hanya bagian dari pelepas lelah dirinya dan pimpinan KPK lainnya. Setelah acara ini, dia menyebut masih banyak tugas yang menanti.

"Ini tandanya bahwa pekerjaan kami masih banyak, selesai bernyanyi, masih ada pekerjaan yang menunggu," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2020.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Kejanggalan-Kejanggalan di Seputar Kasus Suap Politikus PDIP Harun Masiku
PDIP Disebut Sembunyikan Harun Masiku, Ini Jawaban Puan Maharani
Ketua KPK Soal Harun Masiku: Kalau Saya Sudah Tahu, Saya Tangkap Pasti
Kasus Wahyu Setiawan Disebut Penipuan, KPK Jalan Terus Buru Pihak Lain
KPK Tegaskan Pengusutan Kasus Suap Wahyu Setiawan Akan Terbuka ke Publik
Harun Masiku Disebut Mesti Dilindungi Demi Ungkap Kasus Wahyu Setiawan, Ini Kata LPSK

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.