Ketua KPK: Koruptor Selalu Ingin Ambil Untung dengan Cara Ilegal dan Tak Halal

Ketua KPK: Koruptor Selalu Ingin Ambil Untung dengan Cara Ilegal dan Tak Halal
Ketua KPK Firli Bahuri. ©2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes
NEWS | 15 April 2022 18:13 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan umatnya untuk berperilaku koruptif. Hal itu dikatakan Firli terkait Hari Kenaikan Isa Almasih yang jatuh pada Jumat (15/4).

"Saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan bahwa tidak ada satu pun agama atau aliran kepercayaan di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk berperilaku koruptif atau memperbolehkan pengikutnya melakukan kejahatan korupsi," kata Firli dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Firli mengatakan bahwa koruptor termasuk golongan manusia yang merusak agama dan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Koruptor adalah manusia bermental curang selalu ingin mengambil untung dengan cara yang tidak legal dan tidak halal," ucap dia.

2 dari 2 halaman

Korupsi Dapat Menggagalkan Tujuan Bernegara

Menurut dia, korupsi sebagai kejahatan yang termasuk dosa besar harus dipertanggungjawabkan oleh pelaku dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, baik di dunia maupun di akhirat.

"Jahatnya korupsi bukan hanya merugikan keuangan atau perekonomian yang dapat menggagalkan tujuan bernegara sebuah bangsa. Lebih dari itu, korupsi membuat para pelakunya (koruptor) berani mengingkari ajaran dan nilai-nilai agama serta ketuhanan yang dianut serta dipercayainya," kata Firli.

Oleh karena itu, kata dia, Hari Kenaikan Isa Almasih seyogyanya mengingatkan dan menyadarkan umat agar senantiasa melakukan hal terbaik dalam hidupnya seperti menerapkan budaya antikorupsi dengan berperilaku jujur, sederhana, menjaga akhlak, moral, dan integritas sebagai bekal di akhirat nanti.

"Dengan semangat antikorupsi, mari peringati Hari Kenaikan Isa Almasih dengan menebar kasih, menyemai nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan kebaikan kepada segenap anak bangsa di republik ini agar Indonesia maju, sejahtera, aman, dan damai sentosa mulai dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote di mana kemajuan NKRI dapat terwujud apabila korupsi benar-benar sirna dari bumi pertiwi," ujar Firli.

Baca juga:
KPK Duga Bupati Langkat Ikut Tentukan Sejumlah Uang untuk Penunjukan Pemenang Proyek
Lili Pintauli Dilaporkan ke Dewas KPK, Ini Tanggapan Alexander Marwata
KPK Panggil Eks Bupati Langkat Ngogesa Sitepu Terkait Suap
KPK Perpanjang Penahanan Bupati Nonaktif PPU dan Bendum DPC Demokrat
Kasus Lili Pintauli, Komisi III Panggil KPK Usai Reses
Pegawai Pajak Dapat 'Uang Terima Kasih' Rp700 Juta di Kantor Ditjen Pajak
Eks Pejabat Pajak Akui Terima Suap PT Jhonlin dan Gunung Madu Plantations

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami