Ketua KPK Sebut Pegawai Jadi ASN Bisa Berikan Andil dan Warna Baru

Ketua KPK Sebut Pegawai Jadi ASN Bisa Berikan Andil dan Warna Baru
Ketua KPK, Firli Bahuri saat rilis penahanan pemilik PT AMS. ©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
NEWS | 16 Juni 2021 15:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar orientasi dan pembekalan pegawai KPK yang sudah diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). 1 271 pegawai mengikuti orientasi dan pembakalan secara daring dan luring.

Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri mengatakan, melalui orientasi dan pembekalan ini diharapkan dapat menguatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan independensi pegawai KPK. Firli juga berharap pegawai KPK yang sudah menjadi ASN bisa memberikan andil lebih untuk negara.

"Kami berharap pegawai KPK bisa memberikan andil dan warna baru terhadap 4,2 juta ASN yang ada di Indonesia saat ini," katanya dalam keterangannya, Rabu (16/6).

Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN RB Alex Denni meyakinkan, pilihan pegawai KPK menjadi ASN merupakan pilihan terbaik. Dia mengharapkan para pegawai dapat memberikan kontribusi lebih kepada bangsa Indonesia.

"Di masa datang masih banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh para ASN, termasuk pegawai KPK yang baru dilantik pada 1 Juni 2021 lalu," ujarnya.

Kegiatan luring digelar di Auditorium LAN yang diikuti oleh 50 pegawai perwakilan dari setiap unit kesekjenan dan kedeputian. Sedangkan 1.221 pegawai lainnya mengikuti secara daring. Pembatasan peserta luring ini sebagai protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Program orientasi dan pembekalan ASN pegawai KPK akan dilaksanakan hingga Oktober 2021 yang dibagi dalam 17 batch. Metode pelaksanaannya memadukan tatap muka daring, tatap muka luring, dan e-learning.

Pelaksanaan orientasi akan dibagi menjadi tiga program. Program pertama untuk jabatan pelaksana dan jabatan fungsional keterampilan, program kedua untuk jabatan administrator, jabatan pengawas, jabatan fungsional ahli pertama, jabatan fungsional ahli muda dan jabatan fungsional ahli madya, program ketiga untuk jabatan pimpinan tinggi dan jabatan fungsional ahli utama.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, program orientasi ini wajib dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan kompetensi pegawai agar bisa melaksanakan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

"Sehingga kurikulum orientasi akan memuat empat mata pelatihan, yakni sistem administrasi pemerintahan, sistem pembangunan nasional, arah kebijakan ASN unggul, serta sistem merit dan manajemen ASN," kata Ali.

Dengan beralihnya status pegawai KPK menjadi ASN, pegawai selain dituntut mempunyai kompetensi teknis pada bidang pemberantasan korupsi, juga dituntut memiliki kompetensi sebagai ASN.

"Kompetensi tersebut harus dimiliki untuk melaksanakan tiga fungsi dasar ASN, yakni pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa," kata Ali.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
1.271 Pegawai KPK Bakal Jalani Orientasi dan Pembekalan ASN
KPK Koordinasi dengan BKN Soal Permintaan Salinan Hasil TWK
Komnas HAM Bakal Panggil Tiga Ahli Terkait Polemik TWK KPK
Pimpinan KPK: Pendanaan TWK Pegawai Dibiayai dari Anggaran BKN
Jokowi Didesak Panggil MenPAN-RB yang Dukung Pimpinan KPK Tolak Panggilan Komnas HAM
Novel Baswedan dan Perwakilan Pegawai KPK Kembali Sambangi Komnas HAM

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami