Ketua MPR Ingin Pengguna Motor Boleh Lewat Jalan Tol: Sama-Sama Bayar Pajak

Ketua MPR Ingin Pengguna Motor Boleh Lewat Jalan Tol: Sama-Sama Bayar Pajak
PERISTIWA | 23 Februari 2020 14:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menghadiri acara Riding Kebangsaan Empat Pilar di halaman gedung DPR/MPR Jakarta, Minggu (23/2). Ma'ruf tampak mengenakan rompi hitam setengah lengan bertuliskan Harley Davidson.

Dia mengakui, ini kali pertama menggunakan atribut motor gede atau moge. Ma'ruf menyebut, semua dilakukannya demi empat pilar.

"Kalau saya pagi ini berpakaian bikers untuk pertama kalinya seumur hidup saya, ini demi karena Pancasila, demi empat pilar Republik Indonesia," kata Ma'ruf, Minggu (23/2).

Terpisah, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) sempat berbisik-bisik dengan Ma'ruf soal seragamnya. Menurut Bamsoet, meski usia sudah tua, Ma'ruf terlihat lebih muda.

"Sekarang tampak 40 tahun," kata Bamsoet.

Acara Riding Kebangsaan juga turut dihadiri Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Hidayat Nur Wahid dan Zulkifli Hasan. Lalu ada Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua Umum Kadin Roeslan Roeslani serta belasan komunitas bikers.

1 dari 2 halaman

Usul Pemotor Boleh Masuk Tol

Bamsoet ingin pengguna kendaraan roda dua bisa masuk ke jalan tol. Alasannya, para pengendara sepeda motor juga membayar pajak untuk negara.

"Perlu kita sadari bahwa bikernya adalah bagian dari pengguna jalan yang sama halnya dengan pengguna jalan lainnya. Mereka juga membayar pajak dan ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur," kata Bamsoet saat berpidato.

Menurut dia, dasar legalitasnya sudah dijamin konstitusi mengenai persamaan hak setiap warga negara. Politikus Golkar ini juga merujuk ketentuan pasal 38 peraturan pemerintah nomor 44 tahun 2009.

Di situ disebutkan bahwa jalan tol dapat dilengkapi khusus kendaraan roda dua. Baik secara fisik terpisah dari jalur tol yang diperuntukkan untuk kendaraan roda empat atau lebih.

"Jadi kami menuntut hak yang sama. Menggunakan jalan tol karena kita sama-sama membayar pajak," kata politikus Partai Golkar itu.

2 dari 2 halaman

Tol Mandalika

Dia menegaskan, pemanfaatan jalan tol untuk roda dua sesungguhnya bukan retorika. Sebab, sudah direalisasikan di tol Mandala Bali dan Suramadu yang terdapat ruang jalan tol dapat digunakan pengguna roda dua atau rider.

"Pemanfaatan jalan tol bagi bikers adalah wujud keberpihakan negara memberikan keadilan sosial dan keadilan ekonomi bagi setiap warga negara," tuturnya.

"Tapi pemakai motor besar jangan senang dulu. Saya mengimbau nanti motor besar melalui jalan tol hanya di hari Sabtu Minggu, selebihnya motor-motor kecil para pekerja rakyat kita yang belum mampu membeli kendaraan roda empat," ucapnya.

Dia menambahkan, penggunaan jalan tol untuk roda dua juga penting bagi masyarakat yang baru mampu membeli rumah sederhana di Bogor, Cibinong, Cibubur, Depok, Bekasi Karawang, Banten dan Tangerang.

"Tidak perlu mengontrak dan bertarung nyawa di jalan raya yang semrawut untuk bekerja di Jakarta," tutup Bamsoet. (mdk/noe)

Baca juga:
Jokowi Tinjau Tol Pekanbaru-Dumai: Sekarang Waktu Tempuh Hanya 2 Jam
Ditargetkan Beroperasi April, Ini Kisaran Tarif Tol Pekanbaru-Dumai
Tol Pekanbaru-Dumai Disebut Hubungkan Berbagai Kawasan Produktif
Tol yang Dilengkapi Terowongan untuk Gajah Target Beroperasi April 2020
Hati-hati Tanah Longsor di Sisi Kanan dan Kiri Tol Cipularang Km 118

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami