Ketua MPR Minta BPK Audit Semua Lembaga Asuransi Milik Negara

PERISTIWA | 25 Januari 2020 20:03 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit secara menyeluruh terhadap seluruh asuransi dan tabungan pensiun milik negara.

Berkaca dari skandal Jiwasraya, pria yang akrab disapa Bamsoet itu menilai ada potensi kasus mirip Jiwasraya yang akan menimpa perusahaan-perusahaan pelat merah.

"Tidak hanya Jiwasraya, saya lihat ada potensi-potensi juga yang bakal timbul. Asabri, lalu kemudian ada yang terkait asuransi-asuransi milik pemerintah pelat merah. Makanya saya mendorong BPK untuk melakukan audit menyeluruh terhadap keuangan," katanya, Sabtu (25/1).

Politikus Partai Golkar itu enggan mengomentari lebih jauh atas penanganan skandal Jiwasraya. Yang jelas, dia meminta pemerintah melindungi tabungan masyarakat yang disimpan di berbagai lembaga penyimpanan.

1 dari 1 halaman

Ia juga menyoroti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Menurutnya, dua program menjadi program krusial karena banyaknya uang masyarakat dikelola BPJS.

Bamsoet juga meminta BPK melakukan audit resiko investasi terhadap perusahaan-perusahaan negara yang mengelola uang masyarakat.

"Perhitungan resikonya, prosedur investasi menyeluruh perusahaan-perusahaan asuransi dari pemerintah, BPJS Kesehatan BPJS Ketenagakerjaan, dana pensiun seperti Asabri, Tasspen dan yang melibatkan triliunan rupiah dan kepentingan rakyat yang menabung di situ," tandasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Kirim Bantuan, Bamsoet Berharap Cililitan Tak Lagi Banjir
Bamsoet Sebut Pimpinan KPK Curhat Soal Hubungan Kerja dengan Dewan Pengawas
Bertemu Pimpinan Baru, Ketua MPR Minta KPK Tak Ganggu Iklim Investasi
Terima Pimpinan KPK, MPR Minta Jiwasraya dan Asabri Diberi Perhatian Khusus
Bamsoet Setuju Ambang Batas Parlemen Naik 5%: Agar Tak Ada Ledakan Jumlah Partai
Ketua MPR Dorong Anggota DPR Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Aceh

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.