Ketua MUI minta Jokowi beri grasi ke terpidana teroris Abu Bakar Ba'asyir
PERISTIWA | 28 Februari 2018 12:37 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyetujui permintaan para ulama agar terpidana kasus terorisme, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ini diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin usai bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (28/2).

"Ya (Presiden) setuju, dan beliau sangat apresiasi untuk bagaimana beliau (Ustaz Abu Bakar Ba'asyir) dirawat RS," kata Ma'ruf.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini mengaku belum tahu persis apakah Abu Bakar Ba'asyir sudah menjalani perawatan di RSCM atau belum.

"Saya belum tahu persisnya, tapi Presiden setuju.
Beliau (Ustaz Abu Bakar Ba'asyir) sakit diperlukan supaya diobati," ujarnya.

Ma'ruf menyarankan Presiden Jokowi memberikan grasi atau pengurangan hukuman kepada Abu Bakar Ba'asyir. Berdasarkan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Abu Bakar Ba'asyir divonis 15 tahun penjara. Vonis tersebut dijatuhkan pada 2011.

"Diberikan semacam kalau bisa dikasih grasi, ya itu terserah Presiden," kata Ma'ruf.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir terbukti melakukan aksi teror dengan pelatihan militer di Bukit Jalin Jantho, Aceh. Majelis juga menganggap Abu Bakar Ba'asyir terbukti merencanakan pelatihan militer bersama Dulmatin.

Rencana pelatihan tersebut sempat dibahas di dekat Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki di Solo, Jawa Tengah. Saat ini, Abu Bakar Ba'asyir menjalani hukuman di Lapas Gunung Sindur.

Baca juga:
Sidang PK, Baasyir keberatan tanggal lahir ditulis 17 Agustus
Sidang peninjauan kembali Abu Bakar Baasyir berjalan lancar
Baasyir dikawal ketat barracuda, ribuan pendukung nobar sidang PK
Sekolah diliburkan dan razia indekos jelang sidang PK Baasyir
Sidang PK Baasyir digelar Selasa pekan depan di Cilacap

(mdk/noe)