Ketua Ormas Indonesia Mercusuar Dunia Merupakan ASN Pemkab Karawang

PERISTIWA | 29 Januari 2020 21:31 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Usai Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, muncul organisasi Indonesia Mercusuar Dunia (IMD). Meski ketiganya tidak berkaitan, namun modus di IMD yang pertama kali muncul di Pariaman, Sumatera Barat ini mirip dengan penipuan yang dilakukan 'raja' Keraton Agung Sejagat Toto Santoso.

Dalam video yang beredar, ketua umum IMD berpakaian seragam Aparatur Sipil Negara (ASN). Lelaki itu diduga merupakan ASN Pemkab Karawang.

Dalam video berdurasi 14 menit, Juanda mengaku sebagai Ketum IMD. Dalam pernyataannya, dia mengaku kuasa oleh Presiden King of The King, sebagai Ketua Umum IMD yang mempunyai dana sekitar ribuan triliun untuk membayar utang Indonesia, karena IMD merupakan lembaga keuangan King of The King yang konon bersumber dari Bank Swiss.

"Saya Juanda mengemban tugas dari Bank Dunia, Bank INF, King of The King ana aset amanah dari bank Swiss ke Indonesia melalui bank seluruh Indonesia," kata Juanda dalam video tersebut.

Menurut Juanda, keberadaan IMD bukan untuk makar, tetapi untuk menutup utang Indonesia.

Terkait video tersebut, Camat Kecamatan Banyusari, Iwan mengatakan Juanda merupakan ASN di Kecamatan Banyusari sebagai Kasie Kesbangsos, setelah dimutasi dari Kecamatan Lemah Abang Wadas sebagai Kasie Pemerintahan pada 7 Januari 2020.

"Benar itu sebagai ASN di Kantor Kecamatan Banyusari," kata Iwan Ridwan.

Selama bekerja sebagai ASN, tidak ada masalah karena aktif masuk kerja setiap hari, dan di lingkungan kerja tidak memperlihatkan adanya ajakan kepada pegawai yang lain untuk menjadi anggota IMD.

"Selama bekerja tidak laporan masyarakat sekitar atau tekan kerja yang merasa dirugikan," tegasnya.

IMD muncul pertama kali di Desa Sikapak Timur, Kota Pariaman. Lantaran dianggap meresahkan warga, kemunculannya langsung dihentikan pemerintah daerah setempat.

"Hal-hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena akan merugikan masyarakat," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar.

Dalam aktivitasnya, IMD mewajibkan setiap anggota yang bergabung untuk membayar uang pendaftaran Rp1.750.000.

Dari hasil penelusuran, kata Genius, organisasi tersebut berpusat di Karawang, Jawa Barat, dan pimpinannya merupakan seorang aparatur sipil negara bernama Juanda.

Sedangkan pimpinan dari ormas itu, lanjutnya bernama Ayattudin yang merupakan warga Desa Sikapak Timur, dan berdomisili di Padang Alai Kabupaten Padang Pariaman.

Pihaknya menyampaikan organisasi sejenis ini tidak terdaftar di Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pariaman, sehingga pihaknya membubarkan serta melepas spanduk yang telah terpasang.

"Untuk pengurusnya kami bina karena perbuatan mereka dapat merugikan masyarakat," ujarnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Fakta di Balik Viral Bocah di Lamongan Kesulitan Berobat
5 Potret Terbaru Jojo 'Keong Racun', Cantik dengan Balutan Hijab
Potret Amanda Nurani Penjual Tahu di H Nawi, Ini Fakta-Faktanya Bikin Tercengang
Viral Es Teh Manis Bu Warsinem di Kampung Jokowi, Pembeli Sampai Mengular
Kronologi Lengkap Nenek Diteriaki Maling Lalu Dihajar, Begini Keterangan Saksi
PSI: RW Pembuat Aturan Warga Pribumi dan Nonpribumi di Surabaya Sudah Minta Maaf

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.