Ketua Yayasan Pondok Pesantren di Serang Diduga Cabuli 15 Santriwati

Ketua Yayasan Pondok Pesantren di Serang Diduga Cabuli 15 Santriwati
PERISTIWA | 28 Juli 2020 20:51 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Ratusan santri dan warga mengamuk di salah satu Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang, Banten. Mereka mencari salah satu ketua yayasan berinisial JM, yang diduga telah mencabuli 15 santriwati di pondok tersebut.

Massa datang untuk menangkap JM yang hingga kini belum tertangkap oleh pihak Kepolisian. Terlebih, JM dinilai telah menodai citra ulama di Padarincang dan nama baik pesantren.

Ucon, salah satu santri mengatakan, dirinya dan santri lainnya merasa dirugikan dengan perlakuan JM yang tidak mencerminkan sebagai pimpinan Pondok Pesantren. Menurutnya, para warga mendatangi pesantren karena tidak sabar ingin menangkap pelaku.

"Sebenarnya kami ingin kejelasan kapan pelaku ditangkap. Karena laporan dari keluarga korban sudah ke Polisi. Tapi sampai saat ini pelaku belum bisa ditangkap," katanya saat di lokasi, Selasa (28/7).

Dia mengungkapkan, massa merasa citra santri dan ulama di Padarincang telah tercoreng dengan adanya aksi bejad yang dilakukan JM.

"Para santri hanya ingin membersihkan nama baik ulama di Padarincang dengan menangkap pelaku. Banyak, sampai ratusan para santri," tegasnya.

Ucon menegaskan, massa menuntut agar pelaku cepat diamankan dan menjalani hukuman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kami hanya ingin pelaku ditangkap, tidak ada yang lain. Tangkap segera pelaku oleh Polisi. Pelaku ada yang bawa kabur," tutupnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, satu bangunan pondok yang terbuat dari bambu bilik rusak di amuk warga. Hingga kini Pondok Pesantren dijaga ketat oleh pihak Kepolisian. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami