Ketum Muhammadiyah Minta Jokowi dan Prabowo Tidak Buat Pernyataan Konfrontatif

PERISTIWA | 18 April 2019 20:11 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto tak membuat pernyataan yang konfrontatif. Pernyataan konfrontatif ini dikhawatirkan akan membuat suasana tidak kondusif.

"Hendaknya (dua paslon) tidak membuat pernyataan spekulatif dan konfrontatif yang dapat menjadikan suasana pascapemilu dan kehidupan kebangsaan menjadi tidak kondusif," kata Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, Kamis (18/4).

Menurutnya, masyarakat juga diminta menunggu hasil keputusan KPU terkait pemenang Pilpres 2019, dan tak terpengaruh hasil hitung cepat yang disampaikan oleh berbagai lembaga survei.

"Kita mengajak semua pihak untuk cooling down yang ditunjukkan dengan sikap menahan diri, menjaga ketenangan, dan bersabar menunggu hasil penghitungan dan pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum. Masyarakat hendaknya tidak terlalu terpengaruh suasana oleh banyaknya hasil hitung cepat, exit poll, dan lain-lain yang disajikan di media massa, media sosial dan ruang publik," terangnya.

Haedar menjelaskan hasil hitung cepat haruslah dihargai sebagai sebuah kajian ilmiah. Namun menurut Haedar yang berhak untuk mengumumkan hasil akhir adalah KPU.

Terkait proses perhitungan suara, Haedar meminta kepada KPU untuk bisa bekerja secara profesional, independen adil dan jujur.

"Kita dukung agar KPU bisa bekerja secara profesional, independen, jujur dan adil sehingga proses penghitungan dan hasil Pemilu betul-betul terpercaya, objektif dan seksama serta diumumkan tepat waktu sehingga dapat diterima secara objektif oleh semua pihak," terang Haedar.

Tak hanya itu, dia berharap kepada elite politik dari kedua kubu agar ikut menjaga kondusifitas, dengan tidak mengeluarkan klaim-klaim politik dan menunggu hasil keputusan KPU. Diharapkan para elite politik dari kedua belah pihak bisa menjadi teladan bagi masyarakat.

"Kita berharap klaim politik ini tak menciptakan suasana paska pemilihan menjadi tidak kondusif. Para elite dari kedua kubu diharapkan memiliki jiwa kenegarawanan yang tinggi," urai Haedar.

(mdk/cob)

Baca juga:
Menang di Roma, Jokowi Peroleh 78,36 Persen Suara
Jokowi Ungguli Perolehan Suara di Rusia
BPN Pindahkan Acara Sujud Syukur dari Monas ke Rumah Prabowo
Pilpres 2019 di Luar Negeri, Jokowi Tumbangkan Prabowo di Belgia
Purnawirawan Indonesia Raya Bertemu Prabowo: Siap Presiden!
Jokowi Kalahkan Prabowo di TPS 01 Warga Adat Badui
SBY Instruksikan Pengurus Demokrat Tak Ikut Kegiatan Inkonstitusional

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.