Ketum PBNU Harap Pemilu Mendatang Tak ada Isu Agama

PERISTIWA | 9 Mei 2019 20:02 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai Pemilu 2019 diwarnai isu agama. Padahal penggunaan isu agama dalam kontestasi politik sangat berbahaya, karena bisa memicu perpecahan di lingkungan masyarakat.

Said Aqil berharap isu agama tak digunakan lagi pada Pemilu berikutnya. "Ini mudah-mudahan jangan sampai terulang, cukup tahun ini," kata dia di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/5).

Menurut Said Aqil isu agama harus dihindari dalam pesta demokrasi. Selain memecah belah masyarakat, penggunaan isu agama bisa mengganggu stabilitas keamanan negara.

"Itu isu agama yang sudah jelas memecah belah masyarakat di Timur Tengah, di Irak, di Mesir, di Suriah. Isu itu Islam anti-Islam," ujar dia.

Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 ini heran isu agama kerap dimunculkan dalam Pemilu 2019. Padahal sejatinya Pemilu diisi dengan adu program dan gagasan.

Bahkan tuduhan anti-Islam selalu dikaitkan dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Kita lucu lah. Terus terang saja kalau pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin disebut anti Islam lucu lah. Masa Kiai Ma'ruf anti Islam," tuturnya.

Said Aqil menginginkan ke depan seluruh kontestan Pemilu tak memanfaatkan isu agama untuk meraih kekuasaan. Masyarakat juga diharapkan bisa mengambil pelajaran dari Pemilu 2019.

Baca juga:
Said Aqil Tegaskan Multaqo Ulama Bukan Kegiatan Politik
Said Aqil: Sambut Ramadan Tak Pantas Masih Saling Caci dan Benci
Said Aqil: Ulama Wajib Mengayomi Masyarakat & Menunjukkan Jalan yang Benar
Ma'ruf Amin Hadiri Silaturahmi dan Penyampaian Gagasan Kebangsaan PBNU
PBNU Bersyukur Pemilu Berjalan Damai, Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Resmi KPU
Ketum PBNU Imbau Nahdliyin Tidak Melakukan Gerakan Inkonstitusional usai Pemilu

(mdk/eko)