Ketum PBNU: Jokowi-Ma'ruf Simbol Kemenangan Nasionalis-Santri

PERISTIWA | 8 Oktober 2019 23:58 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Agil Siradj mengatakan, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin merupakan simbol kemenangan nasionalis-santri. Jokowi-Ma'ruf akan segera dilantik menjadi presiden-wakil presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang.

"Jokowi merupakan seorang nasionalis sekaligus santri, karena Jokowi juga melaksanakan rukun Islam dengan baik seperti salat lima waktu, puasa Senin-Kamis, hingga umrah dan naik haji. Di sisi lain, selain seorang santri, Kiai Ma'ruf juga adalah seorang nasionalis sejati," kata Said Aqil di Pondok Pesantren Al Tsaqofah, Jakarta Selatan, Selasa (8/10) malam.

"Maka kemenangan Jokowi-Ma'ruf alhamdulillah adalah simbol kemenangan nasionalis dan santri," tambahnya.

Ia merasa bersyukur, terkait pengesahan UU Pesantren, terlebih PDIP termasuk partai terdepan dalam mengesahkan UU itu. Bukan hanya RUU Pesantren, PDI-Perjuangan dalam hal ini Jokowi juga mengesahkan Hari Santri. Sebaliknya tokoh NU yang di depan mengusulkan Hari Pancasila 1 Juni.

Dengan UU Pesantren itu, lanjut Said, maka peningkatan kualitas pesantren akan lebih terjamin. Sebab, perhatian negara akan lebih dijaminkan termasuk penganggarannya.

"Mudah-mudahan nanti ada menteri urusan pesantren dan di APBN ada anggaran untuk pesantren," ujarnya.

Apapun itu, Said meyakini segala permasalahan dan manajemen negara ke depan akan lebih baik. "Selesai masalah Indonesia kalau santri dan nasionalis sudah bersatu," ucapnya.

Sementara itu, Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto, meminta izin kepada Said untuk membagikan sejumlah buku tentang Bung Karno dan Islam. Hal itu demi semakin memperkuat pemahaman, bagaimanapun kaum Nasionalis dan Islam adalah yang sejak awal kokoh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Kita adalah satu saudara sebangsa yang tak bisa dibeda-bedakan. Kekuatan Indonesia berakar dari kekuatan Nasionalis dan Nahdliyin," tutup Hasto.

Selain Hasto, silaturahmi antara PDIP dengan santri Pondok Pesantren Al Tsaqofah ini juga dihadiri oleh sejumlah kader partai seperti Ketua Pencak Silar NU Pagar Nusa Gus Nabiel Haroen, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Gus Falah Amru yang hadir bersama Wasekjennya Rahmat Sahid, dan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

Baca juga:
Rencana Demo Mahasiswa, Ketua DPR Minta Hargai Pelantikan Presiden
Pimpinan DPR Akan Rapat Bersama Setneg Bahas Persiapan Pelantikan Presiden
Ketua MPR Larang Mahasiswa Demo Pelantikan Jokowi
Menlu Sebut PM Belanda ke Indonesia Khusus Beri Selamat ke Jokowi
27 Ribu Personel TNI-Polri akan Amankan Pelantikan Presiden di Jakarta
Jelang Pelantikan Presiden, Pengamanan Rumah Pribadi Jokowi di Solo Diperketat

(mdk/bal)