Ketum PGRI: Siswi SMP 147 Ciracas Bunuh Diri Karena Masalah Keluarga

PERISTIWA | 22 Januari 2020 14:14 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Penyebab SN, Siswi SMP 147 Ciracas bunuh diri dengan cara lompat dari lantai empat sekolah masih menjadi misteri. Polisi tengah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi ikut prihatin dengan kasus itu. Dia pun mengaku telah mengikuti kasus tersebut. Menurut dia, persoalan keluarga diduga menjadi motif SN bunuh diri.

"Kami melakukan penelusuran, jadi kami tidak ingin ada framing-framingan lah ya, jadi ada problem lain, bahwa anak ini jam 16.00 WIB sore waktu itu ada permasalahan di keluarga," kata Unifah di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (22/1).

"Jadi dia enggak mau pulang, sehingga kita semua memiliki kewajiban moral agar tidak boleh ada perundungan," ujar dia.

Yang jelas, kata Unifah, apapun perundungan atas nama fisik dan lainnya tidak boleh terjadi. PGRI akan terus bersama dengan pihak terkait untuk melakukan sosialisasi, pendidikan, agar sekolah ramah anak terjamin.

"Kalau ada case-case kami mohon itu tidak menjadi sesuatu yang general, tetapi bahwa ini adalah problem penting yang harus diselesaikan," pungkas Unifah.

1 dari 1 halaman

Untuk diketahui, siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 147 Jakarta meninggal dunia setelah lompat dari lantai empat gedung sekolahnya.

merdeka.com mencoba menggali dugaan perundungan itu yang menjadi motif SN melompat dari lantai 4 dengan mendatangi SMPN 147 yang berada di Jalan Jambore, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Saat upaya meminta konfirmasi dilakukan, awalnya dijanjikan dapat wawancara Kepala Sekolah SMPN 147 Narsun. Namun tiba-tiba dibatalkan dengan alasan dipanggil kepolisian.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana dan Humas SMPN 147 Misnetty yang ditemui meminta media tidak memojokkan sekolah dalam peristiwa ini.

"Mas, kita ini sudah serahkan ke pihak kepolisian ya, satu pintu dan semua sudah dijelaskan sama kepolisian. Jadi tolong jangan sampai anak-anak didik kita jadi semakin trauma akan hal ini," katanya di lokasi, Selasa (21/1).

Polisi pun belum mau mengungkap detil pengusutan kasus tersebut. Keluarga SN juga ogah diwawancarai media. (mdk/rnd)

Baca juga:
Menelusuri Dugaan Perundungan di Balik Bunuh Diri Siswi SMPN 147
KPAI Duga Siswi SMP 147 Bunuh Diri usai Ditinggal Meninggal Ibunya
Kepsek SMPN 147 Jakarta Tegaskan Siswanya Bunuh Diri Bukan Karena Dibully
KPAI Turun Tangan di Kasus Siswi SMP 147 Ciracas Bunuh Diri
Pelajar SMP 147 Ciracas Diduga Bunuh Diri, Komisi VIII DPR sebut Sekolah Lalai
Siswi SMP di Ciracas Diduga Bunuh Diri, Guru dan Teman Diperiksa Polisi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.