Ketut Tegar, balita penderita hidrosefalus butuh uluran tangan

PERISTIWA | 4 Mei 2015 00:00 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Ketut Tegar Bayu Saputra (2), balita asal Lingkungan Asri Barat, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali kondisinya sangat memprihatinkan. Putra bungsu dari tiga bersaudara pasangan Kurniati (35) dengan Nengah Merta (alm) ini menderita hidrosefalus (kepala membesar) sejak dalam kandungan.

Bahkan, penderitaannya bertambah lantaran di kepala dan badannya dipasang selang dan harus terpasang terus menerus. Penderitaan Tegar seolah lengkap, ketika bapaknya tiba-tiba meninggal akibat keracunan saat dia berusia tiga bulan dalam kandungan.

Kurniati menyatakan telah merasakan ada kelainan pada anaknya sejak kandungannya berumur delapan bulan.

"Saya sempat USG, dan benar ada pembesaran di kepala anak saya," jelas Kurniati di rumahnya, Minggu (3/5).

Lanjut dia, untuk membiayai ketiga orang anaknya harus berjualan nasi di pasar. Sementara anak-anaknya diasuh oleh orang tuanya yang hanya seorang tukang ojek.

Dia mengaku tidak memiliki rumah untuk tempat tinggal. Rumah yang ditempatinya dikontrak seharga Rp 2 juta per tahun dan dibayar patungan bersama orang tuanya.

Tegar katanya sudah dioperasi dua kali di RSUP Sanglah, Denpasar. Sehingga kini kepala anaknya sudah pipih dan dipasang selang. Kurniati berharap anaknya itu bisa sembuh. Namun, untuk pengobatan lanjutan, dirinya tidak memiliki biaya.

"Keluarga Kurniati sudah kami masukkan ke dalam keluarga kurang mampu. Kami juga berharap ada uluran dermawan. Untuk keluarga kami ini," kata Kepala Lingkungan Asri, Gilimanuk, Ni Luh Sri Dani. (mdk/efd)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.