Khofifah Ajak Warga Jatim Salat Gaib untuk Ani Yudhoyono

PERISTIWA | 1 Juni 2019 19:39 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka atas meninggalnya Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sabtu (1/6).

Mantan Menteri Sosial inipun mengajak seluruh warga Jawa Timur menggelar salat Gaib.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk salat gaib untuk Ibu Ani Yudhoyono bersamaan dengan salat tarawih di masjid atau musala terdekat," ajak Khofifah kepada warga Jawa Timur.

Kepada warga non-muslim, Khofifah juga mengajaknya untuk ikut mendoakan sesuai agama dan keyakinannya masing-masing. "Untuk umat yang beragama lain silakan mendoakan sesuai agama dan keyakinan masing-masing," ucapnya.

Terkait sosok Ani Yudhoyono, Khofifah mengatakan, almarhumah adalah figur istri yang sangat mendukung dan menguatkan pengabdian, serta perjuangan suaminya dalam memimpin Indonesia selama 10 tahun atau dua periode sebelum kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ibu Ani selama 10 tahun menjadi ibu negara hampir tidak punya jadwal agenda sendiri kecuali di Jakarta. Jadi jika ada jadwal keluar kota, ya itu adalah jadwal mendampingi Pak SBY," kata Khofifah.

"Kemana Pak SBY bertugas, maka Ibu Ani ikut mendampingi, agenda ibu negara selalu berseiring dengan agenda presiden. Jadi penguatan beliau untuk Pak SBY itu luar biasa," puji gubernur yang juga Ketum PP Muslimat NU ini.

Tidak hanya itu, keteladanan sosok Ani Yudhoyono yang setia mendukung Presiden SBY juga pernah dibuktikan sendiri oleh Khofifah, yang kala mengirimkan pesannya melalui seorang ajudan.

Saat itu, Khofifah sedang rapat bersama Pak SBY yang kala itu masih menjabat Menkopolhukam di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

"Bu Ani kebetulan telepon saat saya di kantor Menkopolhukam. Sambil joke beliau sampaikan: tolong sampaikan ke bapak (SBY) kalau saya selalu menunggu dengan sabar di rumah," kenang Khofifah.

Di tengah perbincangan dengan beberapa menteri, lanjut Khofifah, pesan tersebut langsung disampaikan ke SBY. "Saat itu Pak SBY langsung tertawa. Jadi betapa seorang istri itu luar biasa memberikan support psikologis dan doa atas sukses suaminya," tuturnya.

"Sekali lagi saya mengajak seluruh warga Jatim, mari bersama salat Gaib di masjid dan musala terdekat saat rangkaian salat tarawih, khusus masyarakat Surabaya dan sekitarnya, saya mengajak salat di Masjid Al Akbar sembari salat tarawih berjemaah," tandasnya.

Salat Gaib di Grahadi

Di tempat berbeda, tepatnya di Gedung Grahadi Surabaya, Wakil Gubernur Emil E Dardak juga menggelar salat Gaib berjamaah bersama Gawagis (organisasi perkumpulan para anak kiai tau Gus dan Lora) usai menggelar buka puasa (bukber) bersama.

"Beliau (almarhumah) dedikasinya mendukung Pak SBY luar biasa. Benar-benar mensupport luar biasa, saya merasakan betul, terus juga belum lama ini kami juga mengikuti proses pilihan gubernur," ungkap Emil.

"Ibu Ani sering kali mendampingi Pak SBY turun ke Jatim, ya kita ngobrol satu meja dengan Bu Khofifah juga, Pakde Karwo. Ya enggak terasa kalau sebenernya dulu ibu negara, pokoknya bener-bener sangat berkesan dan ramah," kenang Emil.

Seperti diketahui, setelah menjalani perawatan intensif selama empat bulan di Rumah Sakit National University Hospital Singapura karena leukimia atau kanker darah, Ani Yudhoyono akhirnya mengembuskan napas terakhirnya, Sabtu siang tadi sekitar pukul 11.58 waktu Singapura. (mdk/rnd)

Baca juga:
TNI Mulai Bersiap Sambut Kedatangan Jenazah Ani Yudhoyono di Halim
Dari Sukamiskin, Anas Urbaningrum Sampaikan Duka Meninggalnya Ani Yudhoyono
Jokowi Jadi Inspektur Upacara, Ini Prosesi Pemakaman Ani Yudhoyono
Warga dan Tokoh Mulai Berdatangan Melayat Jenazah Ani Yudhoyono di Puri Cikeas
Annisa Pohan Mengenang 'Memo' yang Semangat Berlatih Demi Keluar Kamar Perawatan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.