Khofifah Jamin Ketersediaan Bantuan bagi Pengungsi Puting Beliung di Batu

PERISTIWA » MALANG | 22 Oktober 2019 03:29 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjamin ketersediaan bantuan bagi para pengungsi angin puting beliung di Kota Batu. Mantan Menteri Sosial itu berharap situasi dan kondisi segera pulih, sehingga perekonomian masyarakat kembali berputar.

"Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batu agar situasi bisa segera pulih dan tidak berpengaruh pada kunjungan wisata ke Kota Batu," kata Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi lokasi pengungsi di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (21/10).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah bergerak cepat membantu mengatasi dampak bencana alam akibat angin kencang yang melanda Desa Sumberbrantas Kota Batu, Sabtu (19/10) malam. Selain menyalurkan bantuan, Pemprov support skenario percepatan pemulihan kehidupan masyarakat setempat.

Pemerintah kota Batu dan Forkopimda dinilai telah bergerak cepat, bersama relawan Malang Raya yang juga guyup membantu bencana alam tersebut.

"Pemprov akan mendukung proses pemulihan sarana prasarana agar perekonomian masyarakat segera pulih. Karena masyarakat beberapa hari ini tidak bisa bekerja maksimal seperti biasanya, fasilitas listrik dan air masih dalam perbaikan. Pun demikian dengan sarana pendidikan agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan seperti semula. Alhamdulillah fasilitas kesehatan dan ibadah tidak terdampak," ungkapnya.

Khofifah dan rombongan mengunjungi Posko Pengungsian di Balai Desa Punten yang berisi sebanyak 530 orang. Turut mendampingi kunjungan tersebut, Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso dan beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Jawa Timur.

Seperti diketahui, seorang meninggal dunia dan 1.357 warga yang tinggal di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, akhirnya mengungsi akibat bencana angin kencang yang menerjang wilayah tersebut Sabtu, 19 Oktober 2019. Sedikitnya tiga desa di Kecamatan Bumiaji terdampak angin kencang tersebut, yakni Desa Sumber Brantas, Desa Gunungsari dan Desa Sumbergondo.

Angin kencang berikut debu dan material menerjang desa tersebut secara terus-menerus. Akibatnya aktivitas warga mengalami kelumpuhan dan harus diungsikan.

Para pengungsi tersebar di tujuh titik antara lain Posko BPBD Kota Batu, Rumah Dinas Walikota, Balai Desa Punten, Balai Desa Tulungrejo, SD Negeri 1 Punten, Balai Desa Sidomulyo, dan Kantor Kelurahan Songgokerto.

"Ribuan bantuan tanggap darurat seperti paket sandang, matras, tikar, masker, selimut, peralatan balita, obat-obatan, popok bayi, dan pembalut wanita sudah disalurkan sejak hari pertama kejadian. Dari Dinsos juga diserahkan bantuan berupa lauk pauk, tenda gulung, kasur, family kids, dan peralatan anak," tuturnya.

Terkait rumah warga yang mengalami kerusakan, Khofifah meminta agar data yang masuk dicocokkan dengan Pemkot Batu, agar bisa dilakukan identifikasi dan ketegorisasi. Pun demikian dengan kondisi harta benda serta hewan ternak yang ditinggalkan, Khofifah meminta warga tidak perlu khawatir berlebihan.

"TNI dan Polri memastikan akan menjaga keamanan lingkungan rumah para masyarakat yang mengungsi. Tujuannya agar ada ketenangan masyarakat bahwa ada yang ikut menjaga barang yang ditinggal," tambahnya.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut Gubernur Khofifah juga menyalurkan bantuan duka cita kepada keluarga ahli waris Sodiq (66) senilai Rp10 juta. Santunan tersebut diserahkan langsung Khofifah kepada istri almarhum, Ngatini (60) saat mengunjungi rumah duka. Sodiq diketahui meninggal dunia akibat tertimpa pohon yang tumbang pada saat angin sangat kencang menerjang Dusun Talangrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Baca juga:
VIDEO: Rumah Wali Kota Jadi Tempat Pengungsian Korban Puting Beliung di Batu
Satu Warga Meninggal dan 20 Bangunan Rusak Akibat Puting Beliung Landa Kota Batu
Warga Kaki Gunung Arjuno Diungsikan Akibat Angin Puting Beliung
Ribuan Warga Kaki Gunung Arjuno di Batu Diungsikan Akibat Angin Puting Beliung
Tertimpa Pohon Tumbang, PNS di Cianjur Terluka
Kubah Masjid Terbang dan 20 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Bogor

(mdk/ded)