Khofifah Cari Solusi Agar Pabrik Tahu Tidak Gunakan Sampah Plastik Impor

PERISTIWA | 20 November 2019 00:15 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Pencemaran lingkungan akibat limbah sampah plastik impor di kawasan Tropodo, Krian, Sidoarjo membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, angkat bicara. Dia tengah mencari solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari limbah sampah plastik impor.

Untuk diketahui, sampah plastik yang diimpor dari Amerika Serikat dan Eropa, merupakan salah satu bahan bakar utama yang digunakan oleh 50-an industri pabrik tahu di wilayah Sidoarjo.

Berdasarkan penelitian International Pollutants Elimination Network (IPEN), dampak lingkungan akibat pembakaran dan penimbunan sampah plastik impor tersebut memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan.

Khofifah mengatakan, kebijakan impor sampah plastik bukan wewenang Pemprov Jatim. Namun di sisi lain dia ingin agar Industri Kecil Menengah (IKM) yang selama ini memakai bahan bakar dari limbah tersebut, segera mengganti bahan bakarnya, dengan bahan yang lebih ramah lingkungan dan sehat.

"Kebijakan soal plastik yang masuk di dalam impor bahan kertas yang diambil dari sampah kertas itu urusan pusat. Kalau PIRT (produk industri rumah tangga)-nya itu urusan Pemkab (Sidoarjo), dan pembinaannya urusan pemkab," paparnya, Selasa (19/11).

Khofifah mengusulkan opsi pengganti bahan bakar industri pabrik tahu. Opsi pertama yakni menggunakan pelet kayu. Menurutnya, selain ramah lingkungan, harganya juga terjangkau. Opsi kedua dengan memperpanjang pipa city gas dari PGN.

"Opsinya pakai wood pellet yang paling memungkinkan dan terjangkau. Kedua komunikasi dengan PGN dengan memperpanjang pipa city gas dan ketiga adalah dengan Compressed Natural Gas (CNG)," tegasnya.

Selain tiga opsi itu, opsi terakhir adalah menggunakan LPG dengan potongan harga. Hal ini, akan dikoordinasikan oleh gubernur dengan Pertamina. Khofifah mengaku telah berkomunikasi dengan General Manajer Pertamina.

"Kita ingin mendapatkan special discount untuk pelaku IKM tahu di Tropodo. Sedang dihitung GM Pertamina. Saya sudah komunikasi," katanya.

1 dari 1 halaman

Jangan Pakai Plastik

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan jika bahan bakar industri tahu sudah dikonversi nanti, maka tak ada alasan lagi bagi para pengusaha masih menggunakan sampah plastik. Dia akan menindak tegas pengusaha 'nakal' yang masih menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar. Ia pun mengaku telah menyiapkan sejumlah opsi pengganti

"Jangan pakai plastik, titik. Nanti banyak opsinya, city gas juga bisa. Pakai LPG juga bisa tapi mahal nantinya. Salah satu alternatifnya itu wood pallet. Itu baranya bagus, panas," kata Saiful.

Saiful juga menambahkan bahwa temuan telur yang terpapar racun dioksin ini juga menjadi salah satu atensinya. Selain itu ia juga menyadari asap pembakaran sampah plastik juga berbahaya bagi masyarakat. Untuk itu, ia pun menegaskan akan memakai wood pellet sebagai bahan bakar industri kecil di wilayahnya. (mdk/noe)

Baca juga:
New York Times Sebut Sampah Plastik Impor Jadi Bahan Bakar Pabrik Tahu di Indonesia
Sampah Berserakan di Kota Santiago Akibat Petugas Mogok Kerja
Ketika 693 Biota Laut Makin Terancam Konsumsi Sampah Plastik di Lautan
Mengunjungi Resor Terapung dari 700 Ribu Botol Plastik
Kemasan Sachet Indutri Makanan & Minuman Paling Banyak Sumbang Sampah Plastik
Pemerintah Diminta Buat Peraturan Menteri Soal Pengelolaan Sampah Plastik