Kisah Bocah Difabel Asal Kupang, Pergi Sekolah Berbekal Satu Kaki dan Tongkat Bambu

Kisah Bocah Difabel Asal Kupang, Pergi Sekolah Berbekal Satu Kaki dan Tongkat Bambu
PERISTIWA | 23 September 2020 12:19 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Video pendek seorang bocah sekolah dasar asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, viral di jejaring media sosial. Bocah ini bernama Stenly Yesi Ndun (7).

Yesi tinggal bersama kakek dan neneknya di Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari. Yesi merupakan anak berkebutuhan khusus. Dia hanya memiliki satu kaki.

Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya bernama Stela Ndun sudah ditinggal oleh ayah dan ibunya. Orang tua kandung mereka merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

Meski jauh dari perhatian orang tua ditambah kondisinya yang terbatas, Yesi tetap semangat ke sekolah. Dia menggunakan tongkat bambu yang dibuat seadanya oleh sang nenek. Dengan satu kaki dan ditopang bambu, Yesi berjalan menempuh jarak kurang lebih satu kilometer untuk mencapai sekolah.

Bocah kelas 1 Sekolah Dasar Negeri Bijaesahan ini bermimpi mempunyai kaki palsu. Namun orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh sawit di Kalimantan belum memiliki dana lebih untuk membeli.

bocah difabel di kupang gunakan bambu

Baca Selanjutnya: Diperlakukan Khusus di Sekolah...

Halaman

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami