Kisah Bocah Difabel Yesi Ndun di Kupang Menyentuh Simpati Menhan Prabowo

Kisah Bocah Difabel Yesi Ndun di Kupang Menyentuh Simpati Menhan Prabowo
PERISTIWA | 29 September 2020 11:26 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Pasca ramai diberitakan media terkait kondisi Yesi Ndun, bocah difabel yang memakai tongkat kayu ke sekolah, bantuan datang silih berganti.

Termasuk bantuan dari Kapolda Nusa Tenggara Timur, Kapolres Kupang Kota, Tim Satlantas Polres Kupang, beberapa anggota DPRD Nusa Tenggara Timur dan sejumlah warga secara individu yang prihatin akan kondisi Yesi.

Kisah hidup Yesi yang diangkat media massa menyentuh hati Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Melalui akun media sosialnya, juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan apresiasi kepada media yang menulis kisah Yesi sehingga persoalannya dapat diketahui publik.

"Dan, setelah membaca ini, InsyaaAllah Pak Menhan Prabowo akan membantu penyediaan kaki palsu Yesi," kata Dahnil melalui akun twitternya, Selasa (22/9).

Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan pihak Komando Daerah Militer setempat untuk menemui Yesi dan keluarga.

bocah difabel di kupang gunakan bambu

Setelah mengunjungi dan memberitakan kondisi Yesi, sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartwawan NTT Peduli membuka donasi. Forum ini mengumpulkan dana dari 16 orang donatur sebesar Rp9.000.000 dan langsung diserahkan kepada Yesi. Selain donasi dalam bentuk uang, ada sejumlah donatur yang memberi dalam bentuk sembako dan peralatan sekolah.

Selain donasi yang digalang Forum Wartawan NTT Peduli, donasi juga dibuka melalui rekening nenek Yesi, Ursula Takaep. Hingga Senin (28/9) kemarin, donasi yang masuk ke rekening Ursula Takaep sebesar Rp18.000.000.

"Saya ucapkan terimakasih buat semua wartawan yang sudh tulis tentang Yesi. Terimakasih semua donatur yang sudah memberi bantuan, saya tidak bisa membalas kebaikan semua ini, Tuhan yang akan membalasnya," ucap Ursula dengan mata berkaca-kaca.

yesi stenli ndun

Koordinator Forum Wartawan NTT Peduli, Amar Ola Keda mengatakan, penggalangan dana untuk Yesi Ndun merupakan bentuk aksi nyata kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat. Apalagi tugas seorang wartawan tidak hanya sampai di pemberitan.

"Tugas wartawan tidak hanya selesai di pemberitaan, tetapi lebih dari itu harus ada aksi nyata untuk sesama," ujarnya Amar, Selasa (29/9).

Dia mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendonasikan sedikit kelebihannya kepada Yesi Ndun. "Kaki palsu untuk Yesi sudah ada donaturnya yaitu bapak Kapolda. Semoga forum ini terus bergerak dan menjadi jembatan kemanusiaan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Video pendek seorang bocah sekolah dasar asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, viral di facebook. Bocah ini bernama Stenly Yesi Ndun (7).

Di Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Yesi tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah uzur usia mereka. Yesi merupakan anak berkebutuhan khusus, yakni hanya memiliki satu kaki dan dibawa sejak lahir.

Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya bernama Stela Ndun sudah ditinggal oleh bapak dan mamanya. Orang tua kandung mereka merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

yesi stenli ndun

Meski jauh dari perhatian orang tua ditambah fisiknya yang tak sempurna, Yesi tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat bambunya yang dibuat seadanya oleh sang nenek. Setiap hari Yesi menempuh jarak kurang lebih satu kilometer untuk capai sekolah, dengan berjalan kaki.

Bocah kelas 1 Sekolah Dasar Negeri Bijaesahan ini, bermimpi mempunyai kaki palsu. Namun orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh sawit di Kalimantan itu belum memiliki dana lebih untuk membeli. (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami