Kisah Bupati Jember Ditegur Gubernur karena Informasi di Medsos yang Ternyata Hoaks

Kisah Bupati Jember Ditegur Gubernur karena Informasi di Medsos yang Ternyata Hoaks
Bupati Jember Hendy Siswanto. ©2021 Merdeka.com/Muhammad Permana
NEWS | 18 Januari 2022 00:00 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Bupati Jember Hendy Siswanto punya pengalaman unik soal hoaks. Beberapa waktu lalu, ia terkejut saat membaca informasi di media sosial tentang nenek miskin sebatang kara yang harus makan rumput untuk bertahan hidup. Gara-gara itu, ia sempat ditegur oleh Gubernur Jatim, Khofifah dan sempat akan marah pula kepada bawahannya.

"Sempat viral waktu itu. Saya sempat sampai marah, agak kesal sama teman-teman seperti Dinas Sosial dan BPBD. Kok ini bisa diurus. Saya merasa berdosa sekali kalau saat saya memimpin, ada rakyat yang sampai seperti ini," tutur Hendy saat berbicara dalam dialog bertema peran media, yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin (17/01) malam.

Gubernur Jatim, lanjut Hendy, sempat menegurnya karena dianggap tidak beres mengurus warganya hingga sampai ada yang makan rumput sehari-hari. "Saya juga sempat ditegur bu Gubernur, kok bisa terjadi seperti itu, anda bagaimana," kenang Hendy yang dilantik menjadi bupati pada akhir Februari 2021 lalu.

Namun setelah diklarifikasi ke jajarannya, ternyata Hendy baru mengetahui bahwa peristiwa itu adalah kabar lama. Peristiwanya benar terjadi, namun pada tahun 2017, saat Jember masih di bawah pemerintahan pendahulu Hendy, yakni bupati dr Faida.

Menjadi korban hoaks, tidak membuat Hendy marah. Hal itu justru dijadikannya sebagai motivasi untuk mendorong keterbukaan publik di Jember.

"Ini pengalaman menarik bagi saya, bahwa harus terus ada sosialisasi agar semakin paham dan bisa membedakan dengan kabar hoaks. Ini juga pembelajaran tentang esensi keterbukaan,” ujar mantan pejabat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub RI ini.

Hendy meminta seluruh jajarannya untuk tidak takut dikoreksi oleh masyarakat, dan menjawab setiap kritikan dengan kinerja. Melalui keterbukaan publik, Hendy optimistis bisa mengatasi kabar hoaks.

"Dengan adanya keterbukaan publik, masyarakat lambat laun akan paham. Jadi jangan takut kalau di tanya wartawan atau warga," pungkas Hendy.

Baca juga:
Ferdinand Tulis Surat Minta Maaf dari Tahanan: Cuitan Saya Telah Menyakiti Masyarakat
CEK FAKTA: Gelombang Besar dalam Video Ini Bukan Tsunami, Simak Faktanya
CEK FAKTA: Tidak Benar Video Kejadian Gempa di Banten pada 14 Januari 2022
CEK FAKTA: Tidak Benar Vaksin Booster Berbayar Bagi Warga Tak Punya BPJS Kesehatan
CEK FAKTA: Tidak Benar Vaksin Booster Diberikan Setiap 6 Bulan Sekali, Simak Faktanya
CEK FAKTA: Hoaks Foto Wanita Pakai Kaos Bertuliskan Umpatan ke Anies Baswedan

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami