Kisah Dokter Muda Asal Indonesia di Garis Depan Penanganan Covid-19 di London

Kisah Dokter Muda Asal Indonesia di Garis Depan Penanganan Covid-19 di London
PERISTIWA | 1 Juni 2020 06:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Seorang dokter muda asal Indonesia berada di garis depan rumah sakit di kota London dalam melayani dan merawat pasien Covid-19. Dia adalah dokter Ardito Widjono (26), putra pertama pasangan Argo Onny Widjono dan Endang Nurdin.

Sejak akhir Maret lalu, Dito sapaan akrabnya, bertugas di rumah sakit Barnet di London utara. Salah satu rumah sakit yang khusus merawat pasien corona. Saat itu, kasus infeksi Covid-19 di Inggris baru sekitar 17.000 dengan jumlah meninggal sekitar 1.000 orang.

"Tak ada yang bisa memprediksi kapan corona berakhir," kata Dito kepada ANTARA di London, Minggu (31/5).

Dito yang berhasil menyelesaikan pendidikan pada 2017 di program studi kedokteran King's College London, awalnya bertugas di bagian ortopedi atau bedah tulang. Lalu dia dipindah tugas untuk menangani bagian gawat darurat Covid-19.

Para dokter khusus menangani Corona yang bertugas di rumah sakit Barnet, mendapat tempat tinggal semacam asrama di dekat rumah sakit supaya mereka tidak menulari keluarga.

"Menjelang akhir Maret 2020, setelah menghabiskan empat bulan bekerja di bedah ortopedi, saya menerima email dari direktur medis rumah sakit yang menjelaskan bahwa saya akan dipindahtugaskan ke bagian gawat darurat," katanya.

Sebagian besar dokter junior dari berbagai spesialisasi medis dan bedah, membentuk satu tim tenaga kerja yang bersatu melawan Covid-19. Dito tidak khawatir dan mempermasalahkan pemindahan tugas. Dia justru bangga.

"Saya senang dengan kepindahan tersebut dan saya merasa bisa berada di tempat yang paling dibutuhkan dan saya bangga akan dapat menggunakan keterampilan saya untuk membantu para penderita penyakit yang belum ada obatnya," ujar Dito.

Dito melanjutkan ceritanya. Tugasnya di garis depan corona bertepatan dengan minggu pertama saat puncak kasus corona melanda Inggris. Pada hari pertama bertugas, dia merasa seperti memasuki tugas militer dengan pengarahan sebelum pergi ke laga pertempuran.

Lusinan dokter junior dan senior berkerumun di ruang khusus untuk merumuskan rencana tugas dan tanggung jawab.

"Banyak dari kami belum pernah melihat pasien dengan gejala Covid-19 sebelumnya dan beberapa dari kami tidak bekerja di bangsal medis selama bertahun-tahun," katanya.

Namun demikian, sebagian besar dari para dokter itu bersemangat untuk menghadapi tantangan sekali seumur hidup ini.

Baca Selanjutnya: Kejadian yang Memilukan...

Halaman

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami