Kisah haru korban gempa, terpisah lalu bisa bertemu kembali

PERISTIWA | 4 Oktober 2018 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Banyak keluarga yang terpisah pasca gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya. Mereka kehilangan sanak saudara saat mencari tempat aman ketika gempa mengguncang. Mereka berhamburan ke luar rumah, hingga hanyut terbawa arus ombak akibat tsunami.

Setelah dilakukan pencarian, beberapa korban berhasil bertemu kembali dengan sanak saudara. Berikut beberapa kisah korban gempa yang berhasil bertemu keluarganya:

1 dari 3 halaman

James Brian cerita mobilnya terangkat

James korban gempa saat mengungsi di Makassar. ©2018 Merdeka.com

James Brian (28) bersama istri dua anak, mertua dan satu kerabatnya mengungsi ke Makassar akibat trauma dengan bencana yang terjadi saat itu. kebetulan ada adik dari mertuanya yang tinggal di Kabupaten Gowa, dekat Kota Makassar.

Saat gempa terjadi, dia sedang mengikuti pelatihan di hotel. Saat itu pula, istrinya menelepon untuk cepat menjemput di gerai makanan cepat saji, tempat acara ulang tahun teman anak-anaknya. Dalam perjalanan dengan menggunakan mobil, gempa mengguncang. Mobilnya terangkat. Dia langsung keluar mobil dan langsung menemui istri dan anaknya di depan bank. Tapi terpisah dengan anak bungsu.

Nasib berkata baik. Tuhan mempertemukan mereka dalam keadaan selamat. "Saya lajukan motor untuk mencari dan akhirnya dapat anak bungsu di tengah jalan seperti kebingungan melihat orang berlarian menyelamatkan diri. Setelah itu kami menuju bandara yang lokasinya agak tinggi karena air laut mulai naik. " kata James.

2 dari 3 halaman

Seorang balita ditemukan di parit

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. ©Kemensos

Seorang balita ditemukan di dalam parit pasca gempa mengguncang. Dia hanya mengalami luka-luka di kaki dan wajahnya. Dia terpisah dari orangtuanya setelah gempa 7,4 SR mengguncang Palu dan sekitarnya.

Kini balita itu sudah bertemu dengan keluarganya. "Teman-teman sekalian Alhamdulillah dan Puji Tuhan, bayi lucu ini sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, orangtuanya sudah ditemukan dan hidup. Terima kasih untuk doa tulus yang tiada henti dari teman-teman semua," tulis Menteri Sosial Agus Gumiwang di akun instagram @agusgumiwangk. (mdk/has)

Baca juga:
Kisah Rendi selamat usai 10 detik ditelan tsunami di Palu
Dibantu eskavator, puluhan korban gempa dan tsunami Palu dikubur massal
Ada cerita-cerita haru saat kunjungan Jokowi ke Palu dan Donggala
Semringah Sutopo disapa penyanyi Raisa lewat video call
DPR minta BNPB rehabilitasi & rekonstruksi infrastruktur di Sulteng
BNPB pilah bantuan dari 17 negara untuk korban bencana di Sulteng

3 dari 3 halaman

Sepasang suami istri akhirnya bertemu kembali

Dampak gempa di Palu dan Donggala. ©2018 Merdeka.com

Azwan terus mencari istrinya selama dua hari pasca bencana melanda. Dia mencari di kamar jenazah darurat dan rumah sakit. Istrinya hilang saat Dewi, istrinya sedang mendata tamu dalam festival di sebuah hotel di tepi pantai. Tiba-tiba gempa mengguncang dan dia terseret ombak saat tsunami datang.

"Ombak datang dan menghantam saya. Ketika saya sadar, saya sudah berada di jalan di samping hotel. Saya ingat mendengar orang-orang berteriak, 'Tsunami! Tsunami!," kata Dewi.

Kini Azwan berhasil menemukan istrinya, dalam keadaan baik-baik saja. Dia merasa sangat bahagia setelah bertemu istrinya. "Saya sangat bahagia dan penuh emosi. Alhamdulillah, saya bisa bertemu lagi dengan dia," kata Azwan.

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.