Kisah Ibu di Bali Positif Covid-19 Meninggal Usai Melahirkan Secara Caesar

Kisah Ibu di Bali Positif Covid-19 Meninggal Usai Melahirkan Secara Caesar
Bayi di Bali Lahir Prematur dari Ibu yang Meninggal Karena Covid-19. ©Istimewa
PERISTIWA | 15 April 2021 20:22 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Bayi yang menginjak usia 6 bulan kandungan berhasil dilahirkan seorang ibu berinisial NI dengan menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, Kamis (11/2) lalu. Namun, kendati bayi tersebut selamat saat dilahirkan, tetapi nyawa sang ibu tak tertolong saat operasi caesar.

Hal itu dilakukan karena si ibu bayi melahirkan dengan kondisi terpapar Covid-19 dan terpaksa melahirkan caesar karena kondisinya memburuk.

"Kami dengan tim bisa merawat bayi beresiko tinggi ini dengan baik, dengan ibu positif Covid-19," kata Kepala Instalansi Rawat Inap RSUP Sanglah Wayan Dharma Artana dalam sebuah video diterima wartawan, Kamis (15/4).

Dia mengatakan, tim medis mengaku bersyukur karena kondisi bayi perempuan saat ini semakin stabil dan saat ini bayi itu telah dirawat secara normal di box ruang persalinan RSUP Sanglah.

Selain itu, pihaknya akan mengizinkan keluarga membawanya pulang dalam dua hari ke depan. "Sudah stabil kondisinya dan sudah dirawat di box dan sudah minum seperti bayi normal,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, bahwa bayi itu lahir dengan prematur dan memiliki berat badan cukup rendah yakni 1,08 kilogram. Kemudian, untuk panjang bayi 35 cm, lingkar kepala 25 cm dan lingkar dada 21 cm. "Saat lahir bayi dinyatakan negatif Covid-19," kata dia.

Dia menyebutkan, bahwa bayi yang lahir prematur ini memiliki risiko kesehatan tinggi. Karena, organ dalam tubuh bayi belum terbentuk sempurna sehingga membutuhkan perawatan khusus.

"Pematangan organ belum sempurna mulai dari otaknya, pernafasan, saluran pencernaan. Semua organ dalam proses pematangan. Prematuritas masalah utama (dalam merawat bayi ini)," kata dia.

Selain masalah prematuritas, bayi itu lahir dengan barat badan yang kurang. Kemudian ibu bayi terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian, tim medis RSUP Sanglah merawat bayi itu dalam satu bulan awal di ruang rawat inap neonatus.

Bayi tersebut dirawat dalam kotak inkubator sampai organnya terbentuk sempurna. "Setelah dua bulan dirawat, organ dalam bayi terlihat normal atau tidak mengalami kecacatan," tandasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Menhub Budi Dorong Pelaku Industri Penerbangan Lakukan ini Bertahan di Tengah Pandemi
Satgas Minta Warga Mudik Sebelum 6 Mei 2021 Waspada Covid-19
DKI Jakarta Catatkan Kasus Harian Covid-19 Terbanyak pada 15 April
258 Pasien Covid-19 Dirawat di RSKI Galang
Data 15 April: Tambah 6.177, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia jadi 1.589.359
Satgas Covid-19 Sebut EUL Vaksin Sinovac Keluar Akhir Mei 2021

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami