Kisah Para Pendaki Gunung Hilang Secara 'Misterius'

PERISTIWA | 4 Juli 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Ada banyak kisah tentang hilangnya para pendaki gunung. Mereka hilang selama satu hingga dua pekan dan bertahan hidup hanya dengan persediaan seadanya. Bahkan salah satu dari mereka hanya meminum air untuk bertahan hidup.

Tak hanya itu saja, ada banyak cerita-cerita misterius tentang hilangnya para pendaki. Mereka bisa ditemukan selamat atau bahkan sudah meninggal. Berikut kisahnya:

1 dari 4 halaman

Mendengar Suara Tiang Listrik yang Dipukul Besi

Indra Wijaya Arta Kesuma (30), warga Palangka Raya sempat dilaporkan hilang di kawasan Gunung Muro Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah sejak Jumat (31/5) atau sejak sepekan lalu. Setelah dilakukan pencarian, Indra akhirnya ditemukan dalam kondisi masih hidup.

Selama tersesat, Indra sempat berkomunikasi melalui telepon seluler dengan adik korban yang berada di Puruk Cahu, Ibu Kota Kabupaten Murung Raya. Dalam percakapan dengan adiknya, korban mengaku tidak menemukan jalan pulang.

Setelah terputus komunikasi dengan adiknya itu, Indra mendengar suara seperti tiang listrik dipukul besi dan dia berniat mengejar suara tersebut, dan akhirnya suara tersebut hilang lalu korban tersesat.

Indra terus mencari jalan keluar. Ia berkeliling kaki Gunung Muro selama tiga hari. Dan hari keempat Indra menemukan bekas pondok orang yang hanya beralas papan, tanpa atap di pinggiran Sungai Manyakau atau sekitar lima kilometer dari Gunung Muro.

Indra memutuskan tetap tinggal di pondok tersebut dengan maksud menunggu warga lewat pondok dan minta bantuan untuk pulang. "Korban menunggu di pondok itu untuk bertahan hidup hanya dengan makan umbut, pisang dan air sungai. Setelah hari terakhir korban bertemu dengan warga yang sedang berburu dan langsung minta bantuan dengan orang itu ke desa terdekat yakni Desa Tambelum dan dibawa ke desa itu, saat ditemukan Indra terlihat lemas karena sudah sepekan tidak makan," kata Robiyannor.

Saat ditemukan, korban masih menyimpan telepon seluler miliknya dan pihak aparat desa menghubungi keluarga korban melalui HP korban.

2 dari 4 halaman

Melihat Ada Perkotaan, Ternyata Jurang

Tujuh orang pendaki asal Solo, Jawa Tengah, mengisi liburan dengan mendaki Gunung Lawu. Akhirnya mereka mulai mendaki pada Sabtu, 25 Juli 2015 sore. Mereka berangkat dari Solo menuju Posko Cemoro Kandang.

Ketujuh anak tersebut mendaki puncak Gunung Lawu dari pos pendakian Cemoro Kandang, dan seharusnya Minggu sore mereka sudah turun dari Puncak Lawu menuju Cemoro Kandang. Namun hingga Senin sore, mereka belum juga muncul.

Akhirnya pihak keluarga meminta bantuan tim SAR untuk mencari ketujuh pendaki tersebut. Setelah pencarian, mereka ditemukan di areal Sendang Drajat, sekitar satu kilometer dari puncak. Kemudian diturunkan dan sampai di pos Cemorosewu pukul 21.00 WIB.

Salah satu dari ketujuh pendaki menceritakan bahwa sudah mendaki dua kali di Gunung Lawu, dan pernah bermalam di sana. Namun pendakian kali ini, ia merasa bingung.

“Pada waktu mau turun sempat bingung. Saya melihat di bawah itu ada perkotaan. Setelah saya turun ternyata jurang. Kemudian naik lagi ke Sendeng Derajat,” kata Angger.

Ia juga mengaku sempat berteriak meminta tolong kepada orang di sana. Namun teriakannya tidak didengar. Padahal banyak pendaki yang melintas di sana.

3 dari 4 halaman

Tersesat Saat Berada di Puncak Lawu

Alvi Kurniawan bersama enam pendaki asal Magelang melakukan pendakian melalui jalur pendakian Candi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah pada Senin jelang pergantian tahun, 31 Desember 2018. Enam pendaki lain yang satu rombongan dengan Alvi dari Magelang adalah Wahyu Cadra, Supriyanto, Janika, Khaitul Anam, Irma Anjarwati, Ramadhan Fitriya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Fery Yoga Saputra menjelaskan sekitar pukul 19.00 WIB rombongan pendaki sampai di kawasan sebelum pos lima. Mereka kemudian mendirikan tenda di lokasi itu.

Keesokan harinya, Selasa, pukul 10.00 WIB pendaki Supriyanto dan Anam melanjutkan pendakian. Sampai puncak Gunung Lawu pukul 12.00 WIB.

Kemudian pada pukul 10.30 WIB sisa rombongan menyusul mendaki ke puncak Lawu. Sedangkan dua pendaki, Fitriya dan Janika tidak meneruskan ke puncak karena kelelahan.

Sampai di batas sabana Alvi dikabarkan bertemu dengan pendaki perempuan dari Wonosobo, Jawa Tengah. Pendaki tersebut mengajak Alvi Kurniawan berlomba adu cepat mencapai puncak. "Bagi yang menang akan ditraktir makan di warung Mbok Yem (warung di kawasan sebelum puncak Lawu)," ujarnya.

Pukul 12.17, Wahyu Candra dan Irma menyusul ke puncak Lawu dan bertemu pendaki perempuan asal Wonosobo di kawasan Pasar Dieng. Menurut pendaki asal Wonosobo tersebut Alvi sudah naik ke puncak.

Namun dua pendaki, Supriyanto dan Anam yang sudah berada di kawasan puncak Gunung Lawu, mengaku tidak bertemu dengan Alvi. Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan pendaki turun ke tenda menunggu Alvi hingga pukul 16.00 WIB.

Sementara, Janika dan seorang pendaki dari rombongan lain berusaha mencari keberadaan Alvi sampai di bawah kawasan Pasar Dieng. Namun, karena upaya pencairan tidak berhasil, pendaki kembali ke tenda pukul 18.00 WIB. Setelah itu, rombongan memutuskan turun ke 'basecamp'.

4 dari 4 halaman

Pendaki Hilang Saat Turun Kabut

Thoriq hilang saat mendaki Bukit Piramid Pugunungan Argopuro. Peristiwa nahas itu terjadi saat korban mendaki bersama tiga teman seangkatannya di SMP Negeri 4 Bondowoso. Ketiga rekan korban yakni, Pungki Pranata, Riski, dan Syafril.

Korban hilang kontak dengan rekan-rekannya seusai menuruni tebing curam di bukit tersebut, Minggu 23 Juni 2019 sore lalu.

Saat itu Thoriq bersama ketiga temannya mendaki Gunung Piramid untuk melihat matahari terbenam. Namun 1 orang teman Thoriq memutuskan tidak ikut naik karena kelelahan. jadi, Thoriq mendaki Gunung Piramida bersama dua temannya.

Namun belum sampai puncak, Thoriq dan dua temannya memutuskan turun kembali karena kabut mulai turun. Saat turun, dua teman Thoriq melihat Thoriq berjalan di depan mereka.

Satu orang teman mereka yang menunggu di bawah melihat dua teman Thoriq berjalan turun, tanpa Thoriq di sana. Padahal dua temannya tadi melihat Thoriq turun terlebih dahulu. Hingga kini pencarian Thoriq masih terus dilakukan dengan melibatkan tim SAR dan pihak kepolisian. (mdk/has)

Baca juga:
Bocah Perempuan 10 Tahun Taklukkan Tebing Tersohor El Capitan
Pendaki Gunung Guntur Meningkat, Polisi Razia Preman yang Lakukan Pungli
Menikmati Keindahan Gunung Matterhorn
Hari Ini, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka
Ini Penampakan Sampah yang Kotori Gunung Everest
Bersih-Bersih Gunung Everest: 11 Ton Sampah dan Empat Jasad Pendaki Diturunkan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.