Kisah Pilu Buruh Garmen di Depok, Tak Berdaya 'Ditindas' Perusahaan

PERISTIWA | 2 Mei 2019 00:15 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Buruh salah satu pabrik garmen di Depok tetap masuk kerja di Hari Buruh Internasional, Rabu (1/5). Mereka terpaksa mengikuti kebijakan perusahaan. Namun setelah polisi mendatangi pabrik tersebut, akhirnya para buruh pun diperbolehkan pulang dan libur.

"Sampai semalam (Selasa) belum ada info libur. Dan tadi pun teman-teman masuk kerja. Tapi setelah datang dari Polsek baru disuruh pulang," kata ND, salah satu karyawan.

Selama bekerja di pabrik tersebut, menurut dia ada beberapa persoalan namun tidak ada karyawan yang berani bersuara. Pasalnya mereka takut diberhentikan sepihak. Bagi karyawan yang tidak masuk, didenda dengan potong gaji hingga Rp 200.000 untuk posisi operator.

"Kalau kerja tidak sesuai target pun harus diselesaikan hari itu juga walaupun sudah jam pulang. Sisa jam kerja itu tidak dihitung. Kalaupun dihitung ada pemotongan jam juga jadi enggak sesuai dengan jam lemburnya. Per jam dibayar Rp 10.000," ungkapnya.

AN, karyawan lain mengatakan, dia dan teman-temannya hari ini sempat masuk karena tidak ada instruksi libur dari perusahaan.

"Iya tadi masuk, tapi dipulangin karena ada aparat yang datang terus bubarin, ya udah kita bubar. Sebenarnya semalam mau dilemburin kita sudah tanda tangan, tapi untungnya karena ada aparat jadi negosiasi terus kita dibubarin," tutur AN.

Soal gaji, kata dia, para buruh tidak mendapat sesuai upah minimum kota (UMK) Depok yaitu Rp 3,8 juta. Rata-rata buruh menerima gaji Rp 1,9 juta. Untuk satu hari, gaji yang diterima sekitar Rp 70.000.

"Kalau enggak masuk sehari nanti gajinya dipotong 2 hari, cuma kalau izin setengah hari ya dipotongnya setengah hari. Kalau bener bener bolos sehari ya dipotong dua hari," ucapnya.

Kapolsek Sukmajaya, Kompol Bronet Ranapati memang mendatangi perusahaan tersebut lantaran tidak memberikan izin libur pada para karyawan. Dari hasil pemeriksaan diketahui, pihak manajemen beralasan hal itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi target produksi.

"Tadi kita datangin, dan setelah kami melakukan negosiasi dengan pihak manajeman akhirnya mereka mengizinkan para pegawai libur. Sebab ini kan hari libur nasional dan telah diatur oleh pemerintah. Kami harap ini tidak terulang lagi," katanya.

Baca juga:
Polisi Akui ada Kesalahpahaman Soal Penganiayaan Wartawan di Bandung
Apindo Sebut Investasi Merosot Jika Upah Buruh Terus Naik
Prabowo Baca Pantun Soal Pilpres di Depan Buruh, ini Bunyinya
Polisi Amankan 2 Orang Perusuh Demo Buruh di Surabaya
Pengusaha: Upah Buruh Naik, Produktivitas juga Harus Ditingkatkan
Dua Wartawan di Bandung Diintimidasi & Dianiaya Polisi Saat meliput Hari Buruh

(mdk/cob)