Kisah Pilu Tiga Saudara di Purbalingga Berjuang Melawan Thallasemia

Kisah Pilu Tiga Saudara di Purbalingga Berjuang Melawan Thallasemia
PERISTIWA | 25 Juni 2020 12:24 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Eva Tiana mengidamkan obat dan jarum tak lagi membayangi hidupnya. Sudah tujuh tahun lamanya, ia mesti bolak balik dari rumahnya di Dusun Bawahan, Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga ke RS Goetheng Tanuadibrata.

Bocah berusia 13 tahun itu, saban bulan mesti transfusi darah. Saat berusia 6 tahun, Eva divonis mengidap thallasemia

Dalam lubuk hati, Eva ingin seperti teman-teman sebayanya. Beraktivitas tanpa ketergantungan pada obat.

"Ingin sekolah secara normal seperti anak-anak yang lain. Saya sering bolos karena sakit," kata Eva, Minggu (21/6).

Eva duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Perjuangannya menempuh pendidikan juga tak mudah. Menuju ke sekolah, ia harus berjalan kaki selama 1 jam.

Kondisi ekonomi keluarga, tidak memungkinkan bagi Eva untuk memanfaatkan jasa pengojek di kampungnya.

Giseroseni, ibu Eva berusia 47 tahun. Sehari-hari, ia dan suaminya, Sunarso, bekerja sebagai buruh tani serabutan. Pendapatan keluarga, kata Giseroseni, hanya cukup untuk makan.

"Sisa uang kami kumpulkan agar bisa membayar ojek ke rumah sakit. Itupun kadang-kadang tidak langsung dibayar, nunggu ada uang lagi," kata Giseroseni.

Baca Selanjutnya: Meski untuk tranfusi gratis namun...

Halaman

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami