Kisah Siswa SMK di Kota Malang Tinggal di Ruang OSIS

PERISTIWA » MALANG | 7 September 2019 11:23 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Widyagama Kota Malang harus tinggal di ruangan OSIS sekolahnya. Siswa berinisial B yang duduk di kelas 1 ini menempati ruangan yang didesain sedemikian rupa agar nyaman selama tinggal.

Pihak sekolah menyediakan ruangan, setelah mengetahui B tidak memiliki tempat tinggal. Selama ini B tinggal secara berpindah-pindah, dari rumah teman hingga menginap di serambi masjid.

Kondisi B itu menjadi viral di media sosial setelah seorang guru memposting kisahnya melalui akun twitter. Lewat akun @vioninot, diketahui B tinggal di rumah teman sekelasnya selama beberapa minggu, sehingga menimbulkan permasalahan.

B Ditinggalkan oleh orangtuanya yang sedang mengalami persoalan keuangan. Sejak Juli 2019 ditinggal sendirinya di sebuah kontrakan, sebelum kemudian Agustus 2019 jatuh tempo dan harus meninggalkan kontrakannya.

Kepala SMK Widyagama Malang, Mawan Sulyadi membenarkan, jika B tinggal di salah satu ruangan di sekolahan. Langkah tersebut merupakan inisiatif bersama antara guru dan masyarakat sebagai solusi sementara, sebelum nantinya mendapatkan asrama atau tempat tinggal baru.

"Memang benar anak kami dengan inisiatif identitas B, ditinggalkan orang tuanya, yang sampai hari ini permasalahannya belum kami pastikan karena apa," kata Mawan Sulyadi di Kota Malang, Sabtu (7/9).

Beberapa inisiatif solusi diambil dengan mengutamakan pendidikan anak tersebut, termasuk kenyamanan tempat tinggal, kebutuhan hidup dan sosialnya.

"Tindakan yang sudah kami lakukan adalah memberikan tempat yang layak, bea siswa pendidikan, gratis sampai lulus. Insyaallah kita antarkan sebagai pengusaha sukses sesuai dengan kompetensi keahliannya," ungkapnya.

"B sudah kami beri tempat yang layak, meskipun pada saat ini proses, masih ada di sekolah. Tetapi kami akan memberikan asrama dan mudah-mudahan nyaman di sekolah maupun di asrama," tegasnya menambahkan.

Sekolah juga mengupayakan kebutuhan lain-lain semaksimal mungkin, termasuk pengambilan ijazah di sekolah SMP-nya. Sehingga diharapkan tetap menjalankan pendidikannya senyaman mungkin.

"Pemenuhan sandang, papan dan pangannya itu kami cover, kami mengharap doa dan support dari masyarakat. Hari ini siswa masih di sekolah, dalam rangka pindah ke asrama," tegasnya.

Sekolah mengaku harus pelan-pelan dalam upaya pendekatan agar secara psikologis nyaman bagi B. Jika sudah dirasa siap, secepatnya akan pindah ke asrama yang disediakan oleh salah seorang warga.

"Kalau sudah siap, secepatnya pindah," tegasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Cerita Miris 2 Lansia di Karawang, Tinggal di Kandang Kambing dan Sering Kelaparan
25 Tahun Huni Gubuk Reyot, Mak Aroh & Anak Cucu Dapat Hibah Tanah dari Babinsa
Doa JK untuk Guru Honorer Nining yang Berharap PNS: Pasti Terpilih Pada Waktunya
Bupati Pandeglang Salahkan Camat Ada Guru Honorer Tidur di Sebelah Toilet Sekolah
Nestapa Nining, Guru Honorer Gaji Rp 350.000/Bulan Tidur di Samping Toilet Sekolah
Tolak Mempekerjakan Anak, Pemkot Depok Imbau ASN Tak Gunakan Jasa Ojek Payung

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.