Kisah TKI NTT Telantar di Bandara Dubai, Selamat Berkat Postingan di Facebook

PERISTIWA | 14 Desember 2019 15:22 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Ahmad Yani, seorang TKI asal Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, telantar di Bandara Dubai, Jumat (13/12/2019), karena terpisah dari rombongan agen yang membawanya. Namun TKI perkapalan itu bisa diselamatkan berkat postingan anggota DPR RI, Dedi Mulyadi di Facebook.

Dedi yang kini menjadi wakil ketua Komisi IV itu menceritakan, saat itu dia baru pulang dari Konferensi Perubahan Iklim di Madrid, Spanyol. Ketika transit di Bandar Dubai, ia menemukan WNI yang sedang kebingungan.

Pemuda itu tidak bisa diajak bicara. Ditanya namanya pun tampak kebingungan. Pemuda itu hanya bicara bahwa ia ingin pulang bertemu dengan ibunya di Labuan Bajo, NTT.

Dedi pun mencoba mencari identitas pemuda itu di tasnya dan menemukan dokumen ijazah Madrasah Aliyah. Pria itu bernama Ahmad Yani dan dia bekerja di perkapalan. Dia terbang dari Mauritius dan transit di Bandara Dubai untuk selanjutnya terbang ke Indonesia.

Ternyata, kata Dedi, Ahmad Yani terpisah dari rombongan. Ia awalnya bersama rombongan agen tenaga kerja terbang dari Mauritus menuju Dubai.

"Tapi ketika tiba di Bandara Dubai, dia terpisah, sehingga kelimpungan," kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (14/12).

Yani bingung karena tiket dan paspornya dibawa agennya bernama Lily. Sementara ia tidak membawa uang sama sekali. Akhirnya Dedi memberi Ahmad Yani uang untuk bekal Ahmad Yani selama mencari agennya.

Dedi kemudian hendak memposting pertemuan itu di akun Facebook miliknya. Dengan harapan akan ada seseorang yang mengenal Ahmad Yani.

"Namun saya mengalami masalah internet. Sulit untuk konek internet," ucap Dedi.

Secara kebetulan, ada dua warga Indonesia yang bekerja di Bandara Dubai. Namanya Riko dan Made. Lalu Made membantu Dedi untuk bisa terhubung dengan internet.

Akhirna setelah internet tersambung, Dedi kemudian mengunggah foto dirinya bersama Ahmad Yani dengan ditambah narasi bahwa ia bertemu seorang pria yang belakangan diketahui bernama Ahmad Yani pada pukul 08.45 waktu Dubai. Pria itu mengalami masalah tiket dan paspor karena terpisah dari rombongan.

Rupanya, postingan Dedi itu dibaca agen yang kebetulan berteman dengan Dedi di Facebook. Agen itu seorang perempuan bernama Lily.

"Kemungkinan dia (Lily) jadi pengikut saya di Facebook sehingga bisa membaca postingan saya," kata Dedi.

Ternyata Lily diketahui juga berada di Bandara Dubai. Ia pun sedang mencari Ahmad Yani. Namun karena Bandara Dubai sangat luas, pencarian Ahmad Yani tidak membuahkan hasil.

Postingan Dedi mendapat beragam respons dari warganet. Beberapa dari mereka mengecam agen yang membiarkan TKI telantar di Dubai.

Lily melalui akun Facebook miliknya, Lily Win's menyampaikan klarifikasi. Sebelumnya ia mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi yang sudah membantu Ahmad Yani.

1 dari 2 halaman

Kronologi Tertinggal Rombongan

Lily menceritakan kronologi dirinya terpisah dengan Ahmad Yani. Awalnya, kata Lily, ia dikirim perusahaannya untuk menjemput salah satu krunya, Ahmad Yani, karena dalam kondisi tidak baik.

Ia dan Ahmad Yani berangkat bersama-sama dari Mauritius ke Dubai. Namun tempat duduk Lily dan Ahmad Yani sangat jauh. Ia pun tidak bisa meminta tempat duduk dekat Ahmad Yani karena penumpang sudah full.

Ketika tiba di Dubai, Lily berusaha mengejar Ahmad Yani yang sudah jauh berada di depan, namun gagal. Ia dan Ahmad Yani pun akhirnya terpisah.

Lily bersama beserta polisi bandara kemudian bersama-sama mencari Ahmad Yani. Mereka berpikir kru ini tidak akan jauh karena kondisi tidak baik.

"Tapi rupanya ada orang yang membantunya langsung ke gate C22. Alhamdulillah kami sudah bertemu atas bantuan postingan Pak Dedi dan pihak Bandara Dubai," kata Lily.

2 dari 2 halaman

Dedi Usulkan Adanya Patroli di Bandara

Dedi mengaku heran setiap pergi ke luar negeri, ia kerap menemukan ada TKI bermasalah. Sebelumnya, ketika dari Malaysia, ia juga menemukan TKI yang kabur dari majikannya dan telantar di Bandara Malaysia.

Ia juga mengaku pernah membantu TKI bermasalah dari Afrika saat berada di Dubai. Kini, ia juga menemukan Ahmad Yani, pekerja perkapalan asal Labuan Bajo yang sedang kebingungan.

"Saya punya feeling bahwa saya pasti menemukan peristiwa seperti ini. Setiap pergi ke luar negeri, saya selalu temukan problem TKI," kata Dedi.

Dedi mengatakan, terpenting dari peristiwa itu ada pelajaran yang bisa dipetik. Yakni bahwa Indonesia, terutama perwakilannya di luar negeri, harus benar-benar memperhatikan TKI.

Ia mengusulkan agar Kedutaan Besar Indonesia menempatkan petugas di bandara-bandara yang menjadi tempat potensi keberangkatan atau transit TKI. Seperti Bandara Malaysia, Dubai Arab Saudi dan lainnya.

"Saya usulkan setiap hari ada petugas untuk monitor dan keliling di bandara untuk membantu jika ada TKI yang mengalami kesulitan," kata anggota DPR RI fraksi Partai Golkar ini. (mdk/bal)

Baca juga:
Komisi IV DPR Soroti Banyaknya TKI Terlantar di Bandara Asing
Pembunuhan TKI di Malaysia Dipicu Masalah Memasak, Pelaku Berasal dari Lombok
TKI di Hong Kong Ditangkap lalu Dideportasi Usai Beritakan Demo
Bidik Pekerja Migran, BTN Fokus Garap Ladang Low Cost Funding
Pernyataan-pernyataan Kontroversi Viktor Laiskodat yang Jadi Sorotan
Pernyataan Gubernur NTT Soal TKI Ilegal Meninggal Dinilai Tidak Manusiawi

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.