Kisah Tung Dasem Waringin Lawan Corona dan Sempat Kirim Pesan Terakhir ke Istri

Kisah Tung Dasem Waringin Lawan Corona dan Sempat Kirim Pesan Terakhir ke Istri
PERISTIWA | 1 Juni 2020 14:25 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Seorang motivator bernama Tung Desem Waringin berbagi cerita semasa dirinya melawan Virus Corona atau Covid-19. Di mana dirinya masuk ke rumah sakit pada 30 Maret 2020. Sehari dirawat, 31 Maret, Ia langsung drop kondisinya. Tung Desem tidak bisa berjalan.

"Jadi saya sebagai salah satu orang yang pernah alami covid juga ingin memberikan motivasi di hari lahir Pancasila. Tanggal 31 maret saya tak bisa jalan waktu saya minta kamar lain diminta cek harus terpaksa pakai kursi roda," ujar Tung Desem, yang disiarkan YouTube BNPB, Senin (1/6).

Kemudian, pada 1 April 2020 sekira pukul 03.00 WIB dini hari, dirinya semakin kritis lantaran tidak bisa bernapas hingga menggunakan alat bantu oksigen. Saat itu, Tung mengaku sempat menuliskan pesan terakhirnya kepada Istrinya melalui WhatsApp lantaran dirinya kritis.

"Bahkan Saya sempet nulis di WA pesan terakhir kepada istri saya. Istri saya nangis tak karu-karuan," kata Tung.

Namun karena semangat dan kemauan untuk sembuh yang tinggi. Alhasil, pada 1 April pukul 09.00 pagi, Tung tiba-tiba merasa pulih kembali. Hal itu, katanya, lantaran adanya keyakinan dari Tuhan untuk sembuh serta perawatan dokter dalam menangani virus asal Wuhan, China ini.

Kendati demikian, ia dalam perawat melakukan tes SWAB pada 4 April. Hasilnya, Tung dinyatakan positif mengidap virus SARS-CoV-2 itu.

"4 April di SWAB masih positif tapi saya yakin tanggal 1 April sebenarnya sudah baik. Makanya tanggal 4 April hasilnya positif, terus saya minta tes lagi karena keliatannya sudah enak," cerita Tung.

Alhasil, Tung Desem menjalani SWAB kembali pada 6 April. Dua hari setelahnya, dia dinyatakan negatif Covid-19. Lalu untuk meyakinkan, pada 8 April itu dia kembali tes SWAB.

"Dan akhirnya dinyatakan negatif kembali. Akhirnya 10 April, dan diperbolehkan pulang dan melakukan isolasi mandiri," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Memasuki New Normal, Tenaga Medis Minta Kebutuhan APD Mutlak Tersedia
New Normal, Pedagang Pasar Wajib Pakai Face Shield hingga Sarung Tangan
Balita di Jember Tertular Covid-19 dari Orang Tua yang Kontak dengan Klaster Gowa
Kecewa dengan Fasilitas dan Layanan RSUD, 2 Santri Positif Corona Kabur
Mulai Stres Tinggal di Rumah, Turis di Badung Minta Pantai Dibuka buat Surfing

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5