Kisruh POP, Poros Pelajar Mengecam Kebijakan Kemendikbud Tidak Tepat Sasaran

Kisruh POP, Poros Pelajar Mengecam Kebijakan Kemendikbud Tidak Tepat Sasaran
PERISTIWA | 28 Juli 2020 18:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja lebih cepat dan tepat sasaran di masa pandemi Covid-19 ini. Sebab pembangunan hak-hak pelajar dan anak harus menjadi pijakan utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang bisa berdaya saing sehingga menjadi generasi emas dan generasi terbaik.

Selain itu, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dinilai amburadul menjadi permasalahan yang besar karena tidak adanya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Bahkan menjadi dilematis tersendiri bagi seluruh rakyat Indonesia mulai dari dana BOS yang hanya di tujukan bagi platform digital sehingga dana pengembangan kreativitas siswa menjadi terhambat.

Bahkan dalam catatan Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat, terjadi pencurian laptop demi anak agar bisa sekolah melalui PJJ di Lampung. Kemudian di Rembang ada pelajar yang berangkat sekolah sendirian karena tidak memiliki handphone.

Masih ada banyak kesenjangan sosial dan ekonomi yang terjadi, pendidikan di tengah pandemi hanya bisa dinikmati bagi mereka yang memiliki uang.

Dalam surat pernyataan sikap yang diterima merdeka.com, Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat memberikan 9 catatan untuk Kemendikbud.

Pernyataan sikap ini ditandatangani Ketua umum PP IPM Hafizh Syafa'aturahman; Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani; Ketua Umum Ikatan Pelajar Persis (IPP) Arman Nurhakim Maulana; Ketua Umum Ikatan Pelajar Persis Putri (IPPI) Luthfi Anbar Fauziah; Ketua Umum PP IPPNU Nurul Hidayatul Ummah; Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdatul Wathan Zahid Ramadhan dan Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia Husin Tasrik Makrup Nasution.

Adapun pernyataan sikap tersebut:

1. Indonesia dibangun atas dasar kesatuan dari Sabang sampai Merauke dengan beragam Ras, Suku, Budaya dan Agama sehingga pendidikan merupakan amanah konstitusional yang harus di benahi terlebih dahulu. Pendidikan adalah hak semua manusia di Indonesia, bukan semata-mata mereka yang memiliki uang saja yang bisa mendapatkan akses pendidikan, tetapi mereka yang miskin dan berada di kawasan 3T perlu dan wajib mendapat pendidikan.

2. Pemerintah Pusat yang dalam hal ini Kemendikbud harus terjun langsung dalam melindungi dan menjaga anak-anak termasuk mendapat akses pendidikan baik secara tatap muka maupun daring, khusus di tengah wabah covid-19 perlu diingat tidak semua daerah mendapatkan akses dan ketersediaan internet maupun gawai, hal ini harus diprioritaskan agar tidak terjadi kesenjangan yang nyata antara anak daerah dan perkotaan karena seluruh anak-anak di Indonesia memiliki hak yang sama untuk sekolah.

3. Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat mendesak Kemendikbud mencari solusi pembelajaran yang sekarang menelantarkan anak-anak yang termarjinalkan, yang tidak punya laptop dan gawai untuk akses pembelajaran.

4. Kami Organisasi Poros Pelajar Tingkat Nasional mengingatkan kepada pemangku kebijakan yang dalam hal ini pemerintah pusat untuk lebih fokus dalam memperbaiki nasib pendidikan di Indonesia.

5. Kami Organisasi Poros Pelajar Tingkat Pusat menekankan arti pentingnya pendidikan karakter dan pendidikan yang berpihak kepada pelajar serta pemerintah harus hadir di tengah anak-anak bukan persoalan fasilitas tetapi berbentuk kepedulian dan memberikan hak serta kewajiban terhadap anak.

6. Mengutuk keras lambatnya gerak Kemendikbud dalam mengatasi kesenjangan pendidikan yang terjadi di Indonesia.

7. Kepada Kemendikbud agar bisa fokus dalam membangun pendidikan di tengah pandemi Covid19.

8. Kami Poros Pelajar Indonesia mengecam keras kebijakan Kemendikbud yang sangat tidak tepat sasaran di tengah Pandemi Covid-19 ini seperti program POP serta lebih baik dana tersebut di alokasikan bagi pelajar dan guru-guru honorer yang terdampak.

9. Terkhusus Kemendikbud untuk mengkaji ulang sejarah organisasi besar Indonesia yang selama ini terus fokus dalam mencerdaskan Bangsa Indonesia yang jauh sebelum negara ini merdeka. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami