Kisruh PPDB Tangsel, orang tua minta Wali Kota Airin turun tangan

PERISTIWA | 14 Juli 2018 22:04 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Merasa dibohongi Pemerintah kota Tangerang Selatan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), ratusan orang tua menggeruduk posko permasalahan PPDB di SMPN11 kota Tangsel, Sabtu (14/7).

Ratusan orang tua siswa ini datang dari zona Tangerang Selatan dan luar Tangsel. Mereka menumpahkan kekesalan dan kekecewaan. Mereka mengkritik melalui poster berisi tulisan pedas, mencaci kinerja Dinas Pendidikan dan kebudayaan Pemkot Tangsel,

"Sejak hari pertama pelaksanaan, sampai mau anak-anak masuk sekolah, Pemkot tidak berikan kejelasan. Tak ada solusi, Kepala Dinasnya hanya berikan angin surga," kata Lal, warga Pamulang.

Para orang tua menuturkan, aksi demonstrasi ini mengalami puncaknya, Sabtu (14/7) bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran ulang bagi calon peserta didik baru tingkat SMP.

"Karena Senin (16/7) adalah hari pertama kegiatan sekolah berlangsung," kata Andi warga lainnya.

"Pemkot jangan diam, Bu Airin harus turun bantu warga, jangan pas kampanye saja. Karena Kepala Dinas masih tidur," kata warga Pamulang.

Diungkapkan para orang tua, menunggu janji Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Tangsel, yang akan memberika solusi atas permasalah yang dialami putra-putri mereka. (mdk/noe)


Nestapa Saripah, keguguran saat perjuangkan nama anak hilang di kolom pendaftaran
Orang tua murid resah situs penerimaan murid baru error
Pendaftaran PPDB online kisruh, Disdikbud Tangsel minta sistem zonasi dihapus
Ragam kendala PPDB online di Tangsel, minim informasi hingga soal server
Ketua DPR nilai PPDB sistem zonasi tak efektif, Kemendikbud diminta evaluasi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.