Kivlan Bersikeras Dana dari Habil Marati Bukan Untuk Beli Senjata dan Pembunuhan

PERISTIWA | 17 Juni 2019 22:03 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen selesai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Ia dicecar 23 pertanyaan terkait Habil Marati, selama lebih kurang 10 jam dari pukul 11.00 hingga 21.15 WIB.

"Tadi itu hanya konfirmasi tentang aliran dana. Ada 23 lebih kurang pertanyaan," kata Kuasa Hukum Kivlan, Muhammad Yuntri di Polda Metro Jaya, Senin (17/6) malam.

Dalam pemeriksaan, kata Yuntri, kliennya membantah uang yang diterima dari Habil digunakan untuk pembelian senjata api dan untuk perencanaan pembunuhan. Melainkan, untuk demo antikomunis atau supersemar pada 11 Maret 2019 di Monas, Jakarta Pusat.

"Jadi, sudah kita bantah semua, tidak ada keterlibatan aliran dana yang mengarah kepada pembunuhan, pengadaan senjata. Tidak ada," tegas Yuntri.

Dalam pemeriksaan itu, lanjutnya Yuntri, Kivlan memberikan nomor rekening ke penyidik untuk mengecek uang yang masuk.

"Dicek tadi rekening. Dikasihkan rekeningnya, bahwa terima ke rekening ia terima dan sampaikan ada. Yang satu Rp50 juta. Yang satu lagi SGD 4.000 untuk kegiatan antikomunis atau supersemar yang di Monas. Kemudian, Iwan ditugaskan untuk demo dan dia menyanggupi seribu orang dibawa dari Banten. Nyatanya tidak ada, dan kemudian menghilang," pungkas Yuntri.

Baca juga:
Kivlan Zen Kembali Minta Perlindungan Hukum ke DPR dan Kemenhan
Laporan Ancaman Pembunuhan Ditolak Bareskrim Polri, Ini Reaksi Pengacara Kivlan Zen
Kivlan Akui terima SGD 4.000 dari Habil Marati, Tapi Untuk Biaya Aksi
Kivlan Kembali Diperiksa Soal Rencana Pembunuhan 4 Tokoh & Aliran Dana dari Habil
Wiranto: Secara Pribadi Saya Memaafkan Kivlan Zen
Periksa Kivlan Zen, Polisi Dalami Duit SGD 500 Ribu dari Habil Marati

(mdk/ded)