Kodam III Siliwangi Andalkan Ribuan Babinsa untuk Aplikasi Pemetaan Covid-19

Kodam III Siliwangi Andalkan Ribuan Babinsa untuk Aplikasi Pemetaan Covid-19
PERISTIWA | 9 April 2020 21:58 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Kodam III Siliwangi mendapatkan bantuan aplikasi untuk mendata sebaran virus corona secara real time. Teknis pelaporannya dilakukan oleh ribuan Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di setiap desa melalui ponsel kepada server pusat untuk pengolahan data.

Aplikasi bernama sistem pelaporan informasi terpadu (SPIT) diyakini bisa mempermudah proses pendataan kasus di masa pandemi virus corona yang selama ini kerap terhambat. Padahal data sebaran virus ini sagat penting untuk membuat kebijakan penanganan dengan cepat dan terukur.

Wakil Ketua Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar, Letkol Asep Sugiharto mengatakan aplikasi ini diberikan secara percuma oleh pengembang bernama Petrus Adamsantosa.

"Aplikasi itu sangat jelas bermanfaat bagi kodam III Siliwangi, mempermudah kita dalam mendata atau mengumpulkan informasi yang didapatkan di desa," kata dia melalui keterangan tertulis, Kamis (9/4).

Ia menerangkan, teknis pengumpulan data dilakukan oleh setiap Babinsa atau Bhabinkamtibmas bekerja sama dengan RT dan RW. Isinya berkaitan dengan jumlah orang dalam pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga korban yang meninggal karena virus covid-19.

"Semua Babinsa bisa meng-upload, download kemudian melaporkan dalam hitungan detik real time, maping di seluruh wilayah. Jadi, kita bisa melokalisir mendapatkan titiknya di mana, sebarannya di mana," kata dia.

Meski demikian, data yang terkumpul ini tidak bisa diakses oleh masyarakat umum. Semua data ini akan diserahkan kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Semua server alat dan admin ada di kantor Kkodam dengan penanggung jawab operasional di bawah intel Kodam III Siliwangi. Selain itu, sistem ini ditargetkan bisa berjalan pada pekan depan dengan uji coba di akhir pekan ini.

Pasalnya, sekira 6.200 Babinsa yang diberikan akses pelaporan ada yang harus menginstall aplikasi tersebut sekaligus diberitahu bagaimana cara menggunakannya.

"Prosesnya mudah karena itu hanya tools, Babinsa atas nama siapa, lokasi di mana share loc, foto pasien siapa, langsung di-upload, kejadian, status akan kita update (apakah PDP sembuh atau ODP sudah menyelesaikan masa isolasi)," terangnya.

Sementara itu, pengembang aplikasi SPIT, Petrus Adamsantosa sudah menyerahkan server dan kelengkapan alat untuk dipasang di markas Kodam III Siliwangi. Ada beberapa catatan yang harus diperhatikan dalam pengoperasian aplikasi ini.

"Prosesnya banyak, ada developing server, link internet ke Kodam, ada ruang server ke Kodam juga harus 24 jam nyala, enggak boleh mati. Link dirancang supaya dia tidak boleh mati, ada back up juga," terang dia.

Selain itu, ia yakin bahwa akan ada akselerasi data berkaitan dengan sebaran virus corona. Ia mengasumsikan, setiap Babinsa yang bertugas di desa bisa langsung melaporkan data secara cepat.

"Karena di satu desa ada satu Babinsa, satu Babinsa menangani satu sampai tiga desa. kebayang 6.200 Babinsa kalau masih kirim laporan pake kertas atau pakai WA, itu bagaimana kita menyortirnya susah. Di SPIT ini kita pakai artificial intelijen," ucap dia.

Hal lain yang menjadi kendala adalah kemampuan 6.200 Babinsa dalam pengoperasian gawai bisa berbeda-beda. Untuk itu, mereka harus mengikuti masa training. Dia mengaku menciptakan aplikasi agar pengoperasiannya mudah dan sederhana. (mdk/cob)

Baca juga:
Menengok Cara Jerman Selamatkan Ekonomi Terdampak Covid-19
Zikir Bersama PBNU, Wapres Ma'ruf Berdoa Corona Cepat Hilang
Perrpu Corona: Bank Indonesia Boleh Beli Surat Utang Negara
Banyak PHK Akibat Covid-19, Pemerintah Diminta Siapkan Jaring Pengaman Sosial
Atasi Wabah Covid-19, Indonesia Kerjasama dengan 9 Negara Penuhi Stok Alat Medis
Luncurkan Situs Informasi Covid-19, Kejagung Minta Pegawai Lapor Kesehatan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami