Kodam Jaya sebut kalau Agus Harimurti kalah tak bisa jadi TNI lagi

PERISTIWA | 23 September 2016 14:01 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono, Mayor Agus Harimurti diusung poros Cikeas menjadi bakal calon gubernur DKI. Keputusan ini diambil setelah Poros Cikeas yang diisi PKB, PAN, PPP, dan Demokrat mengadakan pertemuan kemarin malam.

Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa mengatakan Agus harus segera mundur jika ingin ikut dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Saat ini, karier Agus di TNI terbilang cukup cemerlang. Ia adalah perwira TNI AD berpangkat mayor dan menjabat sebagai Komandan Batalyon 203/Arya Kamuning.

"Itu pilihan hidupnya beliau. Kita ikuti aturan. Kan boleh masuk ke pilkada atau pileg asal yang bersangkutan mengundurkan dari anggota TNI dan tidak bisa ditarik kembali. Kalau kalah, ya sudah enggak bisa jadi prajurit," kata Heri saat dihubungi, Jumat (23/9).

Heri menegaskan tidak ada aturan cuti bagi prajurit TNI yang ingin maju di kontestasi pemilu mana pun. Ketentuan itu telah diatur berdasarkan Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/983/2016 tanggal 9 Agustus 2016 lalu.

Aturan tersebut telah disinergikan dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

"Tidak ada aturan 6 bulan. ‎ST KSAD dan ST Panglima TNI, Setelah ditetapkan sebagai pasangan calon. Enggak ada 6 bulan sebelumnya," tegasnya. (mdk/eko)

Baca juga:

Berat hati Panglima TNI, Agus Harimurti pilih bertarung di DKI

Mengenal Agus Yudhoyono-Sylviana, bakal calon lawan Ahok di DKI

Usung Agus di Pilgub DKI, target politik SBY 10 tahun mendatang

Maju Pilgub DKI, Agus dinilai cuma jual ketampanan & karisma SBY

Ruhut soal Agus di Pilgub DKI: Aku sedih dia terjun ke politik

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.