Kolaborasi Mancanegara Awali Toraja International Festival 2019

PERISTIWA | 20 Juli 2019 11:16 Reporter : Mega Rachmawati

Merdeka.com - Pelaksanaan Toraja International Festival 2019 resmi dimulai. Event ini dibuka di Ketekesu, Rantepao, Toraja, Jumat (19/7) malam. Sebagai pembuka, tampil seniman dari tiga negara.

Pembukaan Toraja International Festival 2019 dilakukan Sekda Toraja Utara Rede Roni Bare, Kabid Pemasaran Area II di Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Syukurni, dan perwakilan Disbudpar Sulawesi Selatan.

Usai membuka event, para tamu kemudian disuguhkan kolaborasi internasional. Kolaborasi menghadirkan Rodrigo Pareja asal Spanyol, Kamau Abayomi (Amerika Serikat), dan Nevan Suntareja (Indonesia). Yang membuat seru, penampilan ketiganya dibalut juga dengan tarian Gellu To'dolo dari Toraja.

Kolaborasi ini mampu membuat pengunjung terpukau. Alunan musik yang dimainkan Rodrigo Pareja dan Nevan Suntareja, mengiringi aksi rap Kamau Abayomi.

Buat Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Kemenpar Don Kardono, kolaborasi ini membuat Toraja International Festival 2019 semakin berwarna.

"Sebagai event berlabel internasional, TIF 2019 terbukti luar biasa. Karena, bukan hanya potensi lokal yang dihadirkan. Atraksi internasional sudah disajikan sejak awal. Tidak hanya itu, sejumlah wisatawan mancanegara juga hadir. Ini event yang luar biasa," kata Don, yang juga Tim Kurator CoE 2019 Kemenpar.

Keseruan opening Toraja International Festival 2019 tidak sampai di situ. Para pengunjung juga disajikan dengan fashion show bertajuk Tana Bulaan. Yang menarik, para model tidak hanya beraksi di panggung. Mereka juga berlenggak lenggok ke tengah-tengah pengunjung Desa Ketekesu.

Event ini semakin seru dengan penampilan performer mancanegara. Seperti Bharatanatyam Dance dari India, dan Jeonju Gi-jeop Nori dari Korea.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Muh Ricky Fauziyani mengatakan event ini memang memiliki daya tarik.

"Ada banyak alasan wisatawan untuk hadir di Toraja. Pertama jelas karena budayanya yang memang unik. Lain dari daerah lain. Alasan lainnya adalah Toraja International Festival. Ini adalah atraksi internasional yang dimiliki Toraja. Dan bisa menjadi sajian alternatif buat wisatawan yang datang," paparnya.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, mengatakan keseruan Toraja International Festival 2019 tidak hanya terjadi di pembukaan saja.

"Event ini memiliki banyak kegiatan. Dan akan berlangsung hingga akhir nanti atau sampai 21 Juli mendatang. Masih ada sejumlah performer mancanegara yang akan tampil. Begitu juga atraksi dari berbagai daerah. Dan tentu saja dari Toraja sendiri. Jadi jangan sampai terlewatkan," papar Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi untuk pembukaan Toraja International Festival 2019. Menurutnya, kolaborasi musisi antar negara yang disajikan cukup menarik.

"Toraja tidak pernah melupakan budayanya. Meski ada kolaborasi dengan seniman mancanegara, budaya tetap mereka tampilkan. Dan itu menjadi nilai lebih dari event. Yang membuat acara ini lebih menarik bagi wisatawan adalah lokasinya. Ketekesu adalah destinasi. Ada jejeran rumah adat yang keren. Event ini benar-benar tidak boleh terlewatkan," paparnya.

(mdk/hhw)